Pakar Teknologi: Ruang Digital Aman Jadi Tanggung Jawab Bersama

Ilustrasi hacker tengah berkerja.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Ekosistem yang aman di dunia digital tercipta dengan partisipasi semua pihak—pengguna yang waspada, sistem yang diperbarui. Selain itu, kolaborasi untuk melawan ancaman cyber.

Joseph Edi Hut Lumban Gaol, Presiden Direktur dan Bapak Eko Prasudi Widianto, Direktur PT ITSEC Asia Tbk mengatakan, pengguna disarankan mengamankan perangkat mereka, menghindari berbagi informasi pribadi secara sembarangan, dan meningkatkan kesadaran akan ancaman digital.

“Tak hanya bagi pengguna, keamanan ekosistem di ruang digital perlu dijaga bersama. Pemerintah harus menerapkan regulasi dan hukum untuk melindungi data dan privasi, serta mendukung kampanye edukasi masyarakat,” ia mengatakan.

Perusahaan teknologi mengembangkan produk yang aman. Selain itu, menyediakan pembaruan keamanan secara berkala, dan mendidik pengguna tentang praktik terbaik.

Baca Juga: Masyarakat Abai Soal Keamanan Siber, Hacker Bebas Beraksi

“Saat semua pihak saling melengkapi perannya, kita bisa menciptakan lingkungan digital yang aman dan produktif bagi semua orang,” ia menambahkan.

Ia juga mengingatkan bahayanya hacker yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence. Salah satunya, memanipulasi pengguna untuk memberikan informasi sensitif atau akses yang seharusnya dijaga kerahasiaannya.

Kejahatan siber berbasis AI memang semakin marak dan menjadi ancaman serius. Teknologi AI digunakan oleh pelaku kejahatan untuk menciptakan serangan yang lebih canggih. Misalnya, deepfake, phishing suara (vishing), dan ransomware berbasis AI.

“Kejahatan AI juga perlu diwaspadai. Deepfake memungkinkan penjahat untuk meniru identitas seseorang dengan sangat realistis, baik melalui video maupun suara, sehingga sulit dibedakan dari aslinya,” pungkasnya.