ASIAWORLDVIEW – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis positif bagi pasar kripto, termasuk di Indonesia. Menurut Indodax, kondisi geopolitik yang lebih tenang membuat investor kembali percaya diri untuk masuk ke aset berisiko, sehingga mendorong pemulihan harga kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum.
“Ketegangan sebelumnya sempat menekan sentimen global, memicu aksi jual besar-besaran, dan meningkatkan volatilitas di pasar aset digital. Namun, dengan berkurangnya risiko konflik, arus modal mulai kembali mengalir ke kripto sebagai alternatif investasi,” sebut Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian, Senin (17/6/20206).
Indodax menekankan bahwa pemulihan ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara geopolitik global dan sentimen investor. Stabilitas politik dan keamanan internasional memberi ruang bagi investor untuk fokus pada fundamental aset digital, seperti adopsi teknologi blockchain, perkembangan regulasi, dan tren institusional.
Baca Juga: Bos Indodax: Bali Jadi Fondasi Akses Kripto di Indonesia
“Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya. Hal tersebut yang saat ini turut mendorong pemulihan harga di pasar,” ia menambahkan.
Indodax juga mengingatkan bahwa pasar kripto tetap memiliki risiko tinggi, sehingga investor perlu menerapkan strategi diversifikasi portofolio dan manajemen risiko yang baik. Hal ini dilakukan agar tidak terlalu terpapar pada gejolak harga jangka pendek.
Penguatan tersebut juga menempatkan Bitcoin hampir 8 persen di atas level terendah pekan lalu yang sempat berada di bawah 60.900 dolar AS.
“Selain Bitcoin, mayoritas aset kripto utama juga mencatatkan penguatan, seperti Ethereum naik sekitar 5,1 persen ke level 1.758 dolar AS, Solana menguat 6,6 persen menjadi 72,6 dolar AS atau USD,” pungkasnya.
Sementara XRP bertambah 7,1 persen ke 1,2 dolar AS. Di antara aset kripto berkapitalisasi besar, Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu aset dengan kenaikan tertinggi setelah menguat sekitar 11,6 persen ke level 67,8 dolar AS.
Penguatan pasar kripto terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global. Setelah kesepakatan AS-Iran diumumkan, harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 4 persen menuju kisaran 83 dolar AS per barel karena pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya membebani prospek ekonomi global.
