ASIAWORLDVIEW – Pemerintah Provinsi Bali menargetkan mendatangkan 6,5 juta turis asing ke provinsi tersebut pada tahun ini. Untuk menarik wisatawan mancanegara, Dinas Pariwisata Bali telah meluncurkan Kalender Acara 2025 yang menampilkan sebanyak 54 acara, dengan 45 di antaranya merupakan acara budaya, antara lain parade ogoh-ogoh (patung raksasa) pada bulan Maret dan Bali International Air Show pada bulan September.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun di Denpasar. Target kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 10,5 juta jiwa, kata dia, seraya menambahkan target tersebut realistis mengingat pada tahun 2024. Jumlah kunjungan turis asing ke Bali mencapai sekitar 6,3 juta jiwa.
Namun jika wisatawan asing yang berasal dari daerah lain di Indonesia masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk atau penerbangan domestik, maka Dinas Pariwisata Bali memperkirakan totalnya akan mencapai tujuh juta pada tahun 2024.
Baca Juga: Wisatawan Asal Malaysia Dominasi Pariwisata di Indonesia
“Pendatang 6,3 juta itu berasal dari penerbangan langsung (ke Bali),” ujarnya.
Ia menguraikan, tantangan pada tahun 2025 adalah penanganan permasalahan yang berdampak pada kedatangan wisatawan mancanegara, yaitu kemacetan, sampah, dan alih fungsi lahan.
Pemayun telah mengidentifikasi permasalahan yang perlu ditindaklanjuti. Pemerintah provinsi juga akan meningkatkan upaya penegakan hukum sambil berperan sebagai regulator dan fasilitator, serta mengharapkan bantuan dari pemangku kepentingan pariwisata di lapangan.
“Langkah-langkah penegakan hukum akan mulai kita lakukan karena dari segi regulasi menurut para pelaku pariwisata sudah lengkap. Tinggal implementasi dan sinkronisasinya,” ujarnya.
