ASIAWORLDVIEW – Huawei telah merebut kembali posisi teratas di pasar ponsel pintar China, menurut laporan Counterpoint. Hal ini merupakan tonggak sejarah besar bagi raksasa teknologi, yang telah mengalami kesulitan dalam beberapa tahun terakhir akibat sanksi Amerika Serikat (AS).
Laporan tersebut menyatakan bahwa Huawei menguasai 18,1% pangsa pasar pada kuartal keempat tahun 2024, mencapai pertumbuhan signifikan sebesar 15,5%. Xiaomi menyusul dengan pangsa 17,2% dan pertumbuhan 3,9%, sementara Apple dengan iPhone memegang 17,1%, mengalami penurunan penjualan tajam sebesar 18,2%. Vivo (16,3%), Honor (13,6%), dan Oppo (12,5%) melengkapi pesaing teratas.
Pertumbuhan Huawei dapat dikaitkan dengan kesuksesan seri Nova 13 kelas menengah dan seri Mate 70 kelas atas, yang keduanya diterima dengan baik oleh konsumen China.
Baca Juga: Oppo Saingi iPhone, Rilis Ponsel Layar Datar dengan Bezel Ultra Tipis
Penting untuk diingat bahwa perjalanan Huawei kembali ke puncak tidaklah mudah. Larangan AS sangat membatasi akses mereka terhadap teknologi dan komponen penting.
Namun, Huawei tetap bertahan dengan mengembangkan chipsetnya sendiri dan membangun rantai pasokan baru dengan perusahaan Tiongkok. Dedikasi terhadap kemandirian ini tampaknya selaras dengan konsumen Tiongkok, yang memandang produksi chip dalam negeri sebagai tanda kekuatan nasional.
Huawei juga mempertahankan dominasinya dengan hampir 50% pangsa pasar, diikuti oleh Honor dengan 20,6%. Pasar ponsel pintar China mengalami sedikit penurunan sebesar 3,2% YoY pada kuartal keempat tahun 2024. Ini adalah satu-satunya kuartal di tahun 2024 yang menunjukkan tren negatif.
Meskipun demikian, angka tahunan pada tahun 2024 memberikan gambaran yang lebih optimis. Pasar mengalami pertumbuhan sebesar 1,5% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara Vivo memimpin pertumbuhan sepanjang tahun sebesar 17,8%, diikuti oleh Huawei (16,3%) dan Xiaomi (15,7%).
