Menko Airlangga: Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Jadi Prioritas Utama

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

ASIAWORLDVIEW – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya memprioritaskan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk mencapai target Inkremental Capital Output Ratio (ICOR) sebesar 4 persen. Kawasan ekonomi khusus (KEK) seringkali didesain untuk memberikan insentif pajak dan regulasi khusus yang menarik investasi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan infrastruktur.

“Target kami mencapai ICOR sebesar 4 persen dalam tiga hingga empat tahun ke depan,” kata Hartarto saat menjadi pembicara utama pada IBC Business Competitiveness Outlook 2025 di Jakarta, Senin (13/1/2025).

ICOR mengukur efisiensi investasi suatu negara, dengan nilai yang lebih rendah menunjukkan efisiensi yang lebih baik. Saat ini, ICOR Indonesia berada pada kisaran 6 persen. Menko Airlangga menyoroti peran KEK dalam memenuhi target tersebut.

“KEK memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi, seperti KEK Galang Batang yang fokus pada mineral kritis dan manufaktur strategis,” jelasnya.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Puji Kesuksesan BINA Diskon dalam Memajukan Ritel dan UMKM

Ia mencontohkan Teluk Weda sebagai contoh efisiensi KEK, dimana investasi sebesar USD16 miliar selama enam tahun telah menghasilkan ekspor tahunan sebesar USD8 miliar.

“Di Teluk Weda, ICOR-nya hanya 2 hingga 3 persen sehingga sangat efisien,” kata Hartarto.

Indonesia merupakan tuan rumah bagi beberapa KEK terbesar di dunia, termasuk di Gresik, Kendal, dan Galang Batang, yang mencakup sektor-sektor seperti mineral dan manufaktur. Secara kolektif, KEK ini menghasilkan ekspor tahunan sebesar US$8 miliar, dan pencapaian target ICOR sebesar 4 persen dapat memfasilitasi pengembangan lebih banyak KEK.

“Jika semua kawasan mencapai tingkat efisiensi yang sama, Indonesia dapat menjadi tolok ukur kelas dunia,” pungkasnya.