Consensus 2026: Kripto Dapat Digunakan untuk Pembayaran Sehari-hari

Kripto.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Kripto kini berkembang melampaui sekadar instrumen perdagangan dan mulai merambah ke kasus penggunaan fungsional sehari-hari. Teknologi blockchain yang mendasarinya memungkinkan transaksi lebih cepat, aman, dan transparan, sehingga kripto dapat digunakan untuk pembayaran digital, transfer lintas negara, hingga integrasi dengan sektor keuangan dan gaya hidup modern.

Apa yang dulunya dianggap sebagai gerakan pinggiran yang spekulatif kini dengan cepat menjadi bagian dari sistem keuangan global. Para eksekutif dari Binance, Revolut, dan Circle (CRCL) mengungkapkan pandangannya mengenai pasarr kripto yang terus berkembang di acara Consensus Miami pada Rabu.

“Dulu kita berada di era ‘Prohibition’,” kata Rachel Conlan, kepala pemasaran di Binance. “Kini kita berada di fase infrastruktur.”

Conlan mengatakan kripto berkembang melampaui perdagangan menuju kasus penggunaan fungsional sehari-hari dan “sedang dalam perjalanan untuk menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat sehari-hari.”

Baca Juga: Consensus 2026: Blockchain Kian Kokoh sebagai Infrastruktur Keuangan Dunia

Ilustrasi teknologi Blockchain
Ilustrasi teknologi Blockchain

Pergeseran tersebut semakin terlihat dalam keuangan konsumen. Mazen ElJundi, kepala bisnis global investasi di Revolut, mengatakan narasi kripto telah bergeser dari spekulasi menuju “kegunaan nyata dan skalabilitas.”

Revolut, yang beroperasi di lebih dari 40 negara dan melayani lebih dari 75 juta pelanggan, kini mengintegrasikan kripto ke dalam rangkaian layanan perbankan yang lebih luas, termasuk transfer uang dan penggunaan stablecoin. “Kripto adalah tentang perbankan tanpa batas,” katanya.

Di Circle, SVP Pemasaran Tim Queenan mengatakan institusi semakin menjajaki cara memindahkan infrastruktur keuangan inti ke blockchain. “Infrastruktur seharusnya membosankan,” katanya. “Apa yang Anda bangun di atasnya itulah yang menarik.” Queenan menyoroti bahwa stablecoin telah begitu terintegrasi dalam pembayaran sehingga banyak pengguna bahkan tidak lagi menganggap diri mereka sebagai pengguna kripto.

Para panelis mengatakan momentum institusional, mulai dari persetujuan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) hingga manajer aset besar yang menempatkan dana di blockchain, memperkuat adopsi ritel secara global.

Namun, tantangan tetap ada. Conlan mengatakan industri ini masih perlu mengurangi hambatan dan mempermudah proses pendaftaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *