ASIAWORLDVIEW – Non-Fungible Token (NFT) tengah menjadi perbincangan karena harganya yang mendadak melonjak. Namun selalu ada kemungkinan bahwa hiruk pikuk teknologi hanyalah tren yang hanya sementara atau memicu gelembung spekulatif.
Jika Anda menghabiskan banyak uang untuk NFT dan kemudian antusiasme dan nilainya tiba-tiba anjlok, Anda bisa mengalami kerugian besar.
Para pendukung NFT mengatakan bahwa kelangkaan bawaan sistem akan menjaga nilai tetap tinggi. Apalagi selama lonjakan minat masih berlanjut.
Berhati-hatilah dengan karya yang tampaknya dibuat oleh seniman terkenal. NFT yang menyerupai karya seniman Banksy telah menghasilkan USD900.000, tetapi ternyata palsu.
Baca Juga: Pasar NFT Kembali Bangkit, Koleksi Blue-Chip Dilaporkan Jadi Penyebabnya
Lalu ada dampak lingkungan dari NFT, yang telah menarik perhatian nyata. Daya komputasi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem blockchain yang mendasari NFT sangat besar. Menurut beberapa perkiraan, satu transaksi kripto dapat menghabiskan lebih banyak daya daripada yang digunakan rata-rata rumah tangga AS dalam satu hari.
Seorang seniman memperkirakan bahwa menghasilkan enam buah NFT menghabiskan lebih banyak listrik daripada yang digunakan seluruh studio fisiknya dalam dua tahun.
“Infrastruktur produksi energi berada di luar jangkauan kami,” tulis seniman yang berbasis di Brussels, Joanie Lemercier. “Dan kita sering merasa bahwa listrik itu berlimpah, tidak terbatas, dan kita mengabaikan dampaknya.”
