ASIAWORLDVIEW – Bali seolah menjadi surga bagi wisatawan dan warga negara asing. Selain berlibur, mereka juga banyak membuka usaha di Pulau Dewata.
Luhut Binsar Pandjaitan – penasihat urusan ekonomi Presiden Prabowo Subianto – mengungkapkan bahwa banyak bisnis milik asing di surga wisata Indonesia, Bali, yang telah melanggar peraturan. Menurut Luhut, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah melakukan audit di Bali.
Apalagi, terdapat laporan-laporan yang mengkhawatirkan mengenai turis-turis asing yang nakal. Audit tersebut juga mencakup bisnis milik orang asing tersebut, dan laporan mengungkapkan bahwa banyak dari mereka yang beroperasi dengan izin yang tidak sah.
Baca Juga: Prabowo Bawa Pulang USD18,5 Miliar dari Lawatan Pertamanya ke Luar Negeri
“Dari hasil audit BPKP, ada banyak masalah serius terkait perizinan perusahaan milik asing. Banyak dari mereka yang mendapatkan izin tanpa memenuhi persyaratan. Ada juga yang melanggar aturan,” ujar Menko Luhut.
Maraknya bisnis asing telah memicu persaingan yang tidak sehat dengan pengusaha lokal. Kata Luhut: “Hal ini berdampak pada perekonomian Bali. Kita harus memperbaikinya dengan meningkatkan pengawasan, meningkatkan kapasitas petugas kami, dan mengasah peraturan yang ada.”
