ASIAWORLDVIEW – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa ia telah mendapatkan kesepakatan bisnis senilai USD18,5 miliar sejauh ini dari lawatan pertamanya ke luar negeri. Jumlah yang menurutnya di luar ekspektasinya.
Prabowo – yang baru saja melewati satu bulan masa jabatannya – saat ini sedang melakukan lawatan ke berbagai negara. Ia berangkat pada tanggal 8 November dan belum kembali ke tanah air sejak saat itu.
Lawatan Prabowo ke luar negeri dimulai di Beijing. Perusahaan-perusahaan Indonesia dan Cina menandatangani kesepakatan senilai 10 miliar dollar AS di berbagai sektor, antara lain ketahanan pangan, energi terbarukan, dan industrialisasi pertambangan.
Baca Juga: Di Hadapan Raksasa Bisnis AS, Prabowo Janji Tindak Tegas Pelaku Korupsi di Indonesia
Prabowo kemudian menuju ke Amerika Serikat dan terbang ke Peru untuk menghadiri pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) sebelum menuju ke KTT G20 Brazil. Ia mendarat di London pada hari Rabu waktu setempat. Selain bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, ia juga bertemu dengan para eksekutif beberapa perusahaan besar Inggris.
Menurut Prabowo, para investor Inggris ini telah berjanji untuk menanamkan modal sebesar $8,5 miliar di Indonesia. Sekitar $7 miliar dari komitmen tersebut berasal dari BP. Raksasa minyak dan gas Inggris ini telah setuju untuk berinvestasi dalam proyek pemulihan gas di Papua Barat, yang dapat membuka 3 triliun kaki kubik sumber daya gas tambahan.
