ASIAWORLDVIEW – Presiden Prabowo Subianto berusaha meyakinkan para raksasa bisnis Amerika Serikat (AS) bahwa pemerintahannya tidak akan mentolerir korupsi. Ia juga menjanjikan kepada para investor asing bahwa Indonesia akan memperlakukan mereka dengan baik.
Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan perkenalan ke Washington atas undangan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Ia juga bertemu dengan para pemimpin perusahaan yang telah lama berinvestasi di Indonesia pada hari Senin waktu setempat – hanya sehari sebelum pembicaraan bilateral bersejarah dengan Biden. Menurut Menteri Investasi Rosan Roeslani, Prabowo mengatakan kepada para pelaku bisnis ini bahwa pemerintahannya akan meningkatkan pemberantasan korupsi, yang sering dianggap sebagai penghalang utama masuknya investasi asing langsung (FDI).
Baca Juga: Kunjungi China, Ini Bentuk Kerja Sama Prabowo dan Xi Jinping
“Pesan terkuat yang disampaikan Prabowo kepada para investor Amerika ini adalah bahwa ia tidak akan mentolerir korupsi. Bagi [Prabowo], korupsi itu seperti kanker,” ujar Rosan.
“Prabowo bahkan mengatakan kepada para pelaku bisnis untuk langsung menghubunginya jika mereka menemukan tindakan korupsi atau masalah,” ujar Rosan, seraya menambahkan bahwa Indonesia telah berjanji untuk memangkas birokrasi.
Laporan Indeks Persepsi Korupsi terbaru menunjukkan bahwa Indonesia masih berjuang untuk memerangi korupsi. Negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini mendapat skor 34 dari 100 pada laporan tahun 2023. Semakin rendah skornya, semakin tinggi tingkat persepsi korupsi publik suatu negara. Indonesia juga hanya menduduki peringkat 115 dari 180 negara.
