ASIAWORLDVIEW – Menurut Laporan e-Conomy SEA 2024, yang diterbitkan oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, ekspansi ekonomi digital Indonesia baru-baru ini disebabkan oleh akses internet yang semakin luas. Selain itu, inovasi yang dilakukan oleh platform e-commerce terkemuka telah secara signifikan meningkatkan pengalaman pengguna, yang berkontribusi terhadap pertumbuhan yang cepat ini.
Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, menjelaskan, dibandingkan dengan tahun 2018, saat Google merilis Laporan e-Conomy SEA 2018, ekonomi digital Indonesia kini telah tumbuh tiga kali lipat.
Baca Juga: Bulan Fintech Nasional 2024: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital
“Saat itu, ekonomi digital Indonesia masih sebesar 27 miliar dolar AS. Apa artinya? Artinya, dalam waktu enam tahun, ekonomi digital Indonesia sudah tumbuh lebih dari tiga kali lipat nilainya di tahun 2018,” ujar Utami kepada media dalam acara peluncuran Laporan e-Conomy SEA Report 2024 di Kantor Google Indonesia.
Sektor digital lainnya juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Perjalanan online diproyeksikan akan meningkat sebesar 24% menjadi USD9 miliar dalam nilai barang dagangan bruto (GMV), didorong oleh lonjakan perjalanan internasional sebesar 400% sejak tahun 2020. Sementara itu, layanan keuangan digital diperkirakan akan mencapai nilai transaksi bruto (GTV) sebesar US$404 miliar, yang mencerminkan tingkat pertumbuhan sebesar 19%.
Selain itu, pinjaman digital diperkirakan akan mencapai US$9 miliar dalam bentuk GMV, sementara pesan antar makanan dan media online diperkirakan akan mencapai USD6 miliar dan USD8 miliar dalam bentuk GMV.
