ASIAWORLDVIEW – Menteri Keuangan Sri Mulyani membekukan sementara seluruh anggaran infrastruktur untuk proyek-proyek konstruksi pemerintah. Hal ini dilakukannya menyusul arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengkonfirmasi keputusan tersebut pada hari Senin setelah pertemuan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy. “Semua dana infrastruktur ditahan sesuai instruksi Presiden Prabowo,” kata Dody.
Dody tidak merinci megaproyek mana saja yang akan terpengaruh, namun pembekuan ini berdampak pada proyek-proyek infrastruktur besar, seperti bendungan dan jembatan. Masa depan ibu Kota Nusantara (IKN), menjadi tidak pasti meskipun ada alokasi dana sebesar Rp 15 triliun untuk tahun 2025.
“Pembangunan-pembangunan berskala besar dihentikan sementara untuk saat ini,” katanya.
Baca Juga: Bulan Fintech Nasional 2024: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital
Anggaran tersebut akan dialihkan ke program-program yang mendukung ketahanan pangan, energi, dan air-prioritas utama Prabowo. Ini termasuk program senilai Rp 71 triliun yang direncanakan untuk menyediakan makanan bagi 15 juta siswa di seluruh negeri dan upaya-upaya untuk mencapai swasembada pangan dalam empat sampai lima tahun ke depan.
Proyek-proyek infrastruktur akan dilanjutkan setelah dana yang cukup tersedia. “Kami akan menunggu sumber daya yang memadai. Saat ini, kesejahteraan masyarakat adalah prioritas. Ketika kesejahteraan meningkat, begitu pula pendapatan pajak dan anggaran,” kata Dody.
