Kemenangan Donald Trump Menyebabkan Pasar Keuangan Global Berubah, Emas Ikut Terdongkrak

Uang dollar Amerika Serikat.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Pasca Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), pasar keuangan mengalami perubahan signifikan, ternyata memengaruhi global. Kemenangan Donald Trump dan mayoritas Partai Republik di Senat membuka peluang besar bagi pemerintahan baru untuk menerapkan kebijakan ekonomi yang direncanakan.

Para pelaku pasar melihat ini sebagai “sapu bersih Partai Republik” yang memungkinkan Trump untuk lebih leluasa dalam mengimplementasikan kebijakan pro-inflasi, seperti stimulus fiskal dan pemotongan pajak. Hal ini tentunya akan berdampak pada ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, dan pada gilirannya dapat mendukung kenaikan harga emas.

Menurut analis dari Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, harga emas berpotensi mencapai target tertinggi di kisaran USD2.727 per ons troi. Analisis ini didasarkan pada sinyal yang terbentuk dari indikator Moving Average yang menunjukkan tren bullish.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa momentum pembelian masih cukup kuat untuk mendorong kenaikan emas lebih lanjut. Namun, Andy Nugraha juga memperingatkan kemungkinan adanya reversal apabila harga gagal mempertahankan momentum bullish ini, dengan target penurunan terdekat di level USD2691.

Baca Juga: Harga Memecoin Meningkat, Dampak Hasil Pemilu Awal Mayoritas Suara untuk Donald Trump

Harga emas kembali mengalami penguatan setelah sebelumnya sempat terkoreksi sebesar 3,0% pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Kemenangan Trump membawa sejumlah dampak besar terhadap pasar global.

Kenaikan dolar AS, peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah, dan peralihan modal ke aset berisiko yang memberikan tekanan bagi logam mulia. Tanda-tanda bullish kembali muncul, dengan harga emas (XAUUSD) diperkirakan mampu melanjutkan kenaikan.

Penguatan emas hari ini juga tidak terlepas dari faktor dolar AS yang sempat kehilangan tenaga akibat adanya ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan Desember. The Fed yang baru-baru ini memberikan sinyal terbuka terhadap kemungkinan penurunan suku bunga memberikan dampak positif bagi logam mulia.

Sebelumnya tertekan akibat penguatan dolar. Kebijakan The Fed ini dipandang sebagai langkah antisipatif untuk mendukung perekonomian. Apalagi, di tengah ketidakpastian kebijakan yang mungkin diterapkan oleh pemerintahan Trump.