ASIAWORLDVIEW – Pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Sebagian besar kegiatan ekonomi terkonsentrasi di pulau Jawa, terutama di Jakarta.
Konsentrasi ini menyebabkan kesenjangan dalam tingkat kesejahteraan dan pembangunan di wilayah lain. Menyebabkan daerah-daerah tersebut masih tertinggal.
Kondisi tersebut menyebabkan banyaknya pengangguran di Indonesia. Data BPS menunjukkan bahwa DKI Jakarta memiliki tingkat partisipasi angkatan kerja yang tinggi dengan tingkat pengangguran yang relatif rendah (sekitar 4,2%). Sebaliknya, provinsi-provinsi di wilayah timur Indonesia seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur memiliki tingkat pengangguran yang jauh lebih tinggi, yaitu mencapai 7 hingga 8%.
Baca Juga: Perkembangan Teknologi Sebabkan Angka Pengangguran di Indonesia Tinggi?
Di daerah-daerah yang kurang berkembang, kesempatan kerja terbatas. Penduduk yang akhirnya bermigrasi ke kota-kota besar untuk mencari pekerjaan, yang sering kali tidak mereka temukan.
Kodisi tersebut muncul akibat infrastruktur yang tidak memadai. Banyak daerah terluar yang mengalami kesulitan transportasi, listrik, dan fasilitas kesehatan, yang menghambat pertumbuhan ekonomi mereka. Kebijakan nasional sering kali berpihak pada daerah perkotaan dan pesisir, yang menyebabkan kurangnya investasi di daerah pedesaan dan terpencil.
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, sehingga sulit untuk menyediakan infrastruktur dan layanan yang konsisten di seluruh wilayah. Daerah-daerah terpencil sering kali tidak memiliki akses terhadap kebutuhan dasar.
Meskipun telah ada upaya untuk mendorong pembangunan daerah, namun masih banyak tantangan yang dihadapi. Akhirnya, akses terhadap pendidikan berkualitas sangat bervariasi di seluruh wilayah, yang mempengaruhi pengembangan sumber daya manusia yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi dan inovasi.
