Mengulas Soal Tether atau USDT yang Terus Alami Lonjakan Permintaan

Tether atau USDT

ASIAWORLDVIEW – Tether (USDT), jenis stablecoin yang dipatok ke dolar AS, yang berarti bertujuan untuk mempertahankan nilai sekitar satu dolar. Tether biasanya digunakan dalam perdagangan mata uang kripto untuk menyediakan likuiditas dan stabilitas di pasar yang bergejolak.

Tether sering digunakan untuk memfasilitasi transaksi antara mata uang kripto yang berbeda tanpa perlu mengonversi kembali ke mata uang fiat. Kini, mencatat rekor tertinggi baru, menembus angka $120 miliar. Angka ini mencerminkan betapa besarnya peran USDT sebagai stablecoin dalam industri kripto.

Sebagai stablecoin terbesar yang dipatok pada dolar AS, permintaan terhadap USDT terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya investor yang menggunakan aset ini untuk stabilitas di tengah fluktuasi pasar kripto. Peningkatan kapitalisasi pasar USDT mengindikasikan bahwa investor mungkin sedang mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan kenaikan harga di pasar kripto, terutama Bitcoin.

Baca Juga: Lindungi Konsumen, BAPPEBTI Awasi Ketat Pasar dan Transaksi Kripto di Indonesia

Peran USDT sebagai jembatan penting antara mata uang fiat dan aset digital dalam ekosistem kripto. USDT sering digunakan oleh investor untuk menjaga nilai aset mereka sambil menunggu momen yang tepat untuk kembali berinvestasi di pasar kripto.

Peningkatan pasokan USDT, seperti yang terjadi saat ini, sering dianggap sebagai tanda bahwa para investor sedang bersiap melakukan pembelian besar terhadap aset digital.

Kapitalisasi pasar USDT yang naik bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan harga Bitcoin. Investor sering mengumpulkan USDT sebelum beralih membeli aset kripto lainnya, seperti Bitcoin. Dengan tren “Uptober,” bulan Oktober biasanya menjadi bulan yang baik bagi Bitcoin, dan peningkatan pasokan USDT dapat menjadi pemicu kenaikan harga.

Data dari Arkham Intelligence menunjukkan bahwa baru-baru ini lebih dari $66 juta USDT telah dikirimkan ke Binance, salah satu exchange crypto terbesar di dunia, dan $20 juta lainnya ke Kraken. Arus dana ini menunjukkan adanya peningkatan minat beli dari investor, yang kemungkinan besar akan mendorong harga Bitcoin naik dalam waktu dekat.