Rupiah Menguat ke Rp17.670 Usai Libur Maulid Nabi Muhammad SAW

Teller memegang tumpukan uang rupiah.(Antara)

ASIAWORLDVIEW – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini, Rabu (26/8/2026), dibuka dengan penguatan yang cukup signifikan. Data dari Refinitiv menunjukkan rupiah dibuka terapresiasi sebesar 0,20% ke posisi Rp17.670 per dolar AS.

Penguatan 0,19% atau 34 poin ke level Rp17.689. Pada pukul 09.12 WIB. Posisi rupiah di pasar spot tercatat di level yang sama, yaitu Rp17.689, menguat 0,19% dari posisi hari sebelumnya.

Kondisi ini membalikkan tren pelemahan pada perdagangan hari Senin sebelumnya. Pergerakan positif ini terjadi setelah pasar libur dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari Selasa..

Penguatan rupiah terjadi karena beberapa faktor. Indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis, berada di kisaran 98,8 hingga 98,91. Pelemahan ini sebagian besar dipicu oleh rencana Departemen Keuangan AS untuk menggandakan program pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjang. Langkah ini bertujuan untuk menekan biaya pinjaman, namun memicu kekhawatiran bahwa hal itu dapat mengikis nilai tukar dolar AS. Penurunan imbal hasil (yield) obligasi AS juga turut membebani dolar.

Baca Juga: Bank Mandiri dan Kontroversi Pemblokiran Rekening: Goncangan Kepercayaan di Era Digital

Selain itu, harga minyak mentah dunia turun untuk tiga hari berturut-turut. Harga minyak Brent terpangkas 2% menjadi USD86,81 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 1,78% menjadi US$80,89 per barel. Penurunan ini meredakan kekhawatiran akan lonjakan harga energi yang dapat membebani perekonomian negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September hanya sebesar 40,1%, turun signifikan dari sekitar 55% sebulan sebelumnya. Meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga ini menjadi angin segar bagi mata uang negara berkembang.

Perhatian pasar tertuju pada agenda penting uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Pejabat Gubernur sementara BI, Destry Damayanti, yang dijadwalkan berlangsung hari ini di Komisi XI DPR. Destry merupakan calon tunggal Gubernur BI yang diajukan Presiden.

Pasar menyambut positif pencalonan Destry, mengingat pengalamannya yang luas di dunia akademik, pasar keuangan, perbankan, hingga Bank Indonesia. Kepastian mengenai kepemimpinan BI ini sangat krusial karena berkaitan dengan kesinambungan kebijakan moneter dan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *