Menko Airlangga Ungkap Alasan Penetapan BBM Khusus Nelayan

Airlangga Hartarto

ASIAWORLDVIEW – Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menetapkan harga bahan bakar khusus sebesar Rp15.000 per liter bagi pelaku usaha perikanan komersial. Apalagi yang mengoperasikan kapal dengan tonase kotor (GT) antara 30 hingga 200.

“Kapal dengan kapasitas menengah, yang menjadi tulang punggung distribusi hasil laut di berbagai daerah, akan lebih mudah menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun internasional,” sebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan kebijakan tersebut.

Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan sektor perikanan nasional. Dengan adanya harga khusus ini, pemerintah berupaya meringankan beban operasional nelayan dan pengusaha perikanan yang selama ini menghadapi biaya tinggi akibat fluktuasi harga energi.

“Karena nelayan komersial membutuhkan harga khusus, kami telah membahas dan menyepakati tarif sebesar Rp15.000 per liter,” kata Menko Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan Program Biodiesel Wajib B50

Ia menambahkan bahwa harga bahan bakar non-subsidi sebelumnya telah mencapai Rp21.300 per liter; sedangkan nelayan skala kecil yang mengoperasikan kapal di bawah 30 GT sudah menerima bahan bakar bersubsidi seharga Rp6.800 per liter.

Menurut menteri tersebut, biaya produksi rata-rata solar di dalam negeri sekitar Rp18.600 per liter. Selisih sekitar Rp3.600 per liter tersebut akan ditanggung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), bukan dari anggaran negara.Kkebijakan ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan melalui stabilitas pasokan ikan, serta mendukung perekonomian daerah pesisir yang sangat bergantung pada sektor perikanan.

Pemerintah menekankan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal subsidi energi, tetapi juga bagian dari strategi besar untuk memperkuat rantai pasok perikanan, menjaga lapangan kerja, serta memastikan keberlanjutan industri perikanan di tengah tantangan global.

“Dengan biaya bahan bakar yang lebih terjangkau, nelayan dapat memperluas jangkauan operasi mereka, meningkatkan hasil tangkapan, dan menjaga keberlangsungan usaha,” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *