Pertumbuhan Ekonomi 2025 Capai 5,11%, Inflasi Terkendali

Purbaya Yudhi Sadewa

ASIAWORLDVIEW – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 menunjukkan kombinasi pengelolaan anggaran yang efisien, efektif, dan akuntabel. Hal itu tercermin dari beberapa indikator kuantitatif dan kualitatif.

“Realiasi pendapatan negara sebesar Rp2.765,13 triliun dan belanja negara sebesar Rp3.435,46 triliun, dengan defisit fiskal terjaga pada 2,81% terhadap PDB, Rp670,34 triliun, angka-angka ini menandakan disiplin fiskal dan prioritisasi belanja yang terukur,” ia mengatakan.

Pemerintah menegaskan APBN 2025 berfungsi sebagai instrumen stabilisasi makro (shock absorber) yang melindungi kelompok rentan dan menjaga kesinambungan program pembangunan, sehingga kebijakan fiskal dapat merespons guncangan eksternal tanpa mengorbankan keberlanjutan fiskal.

“Pemerintah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan APBN tahun 2025. Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada DPR RI atas kerja bersama yang erat, pengawasannya efektif, serta berbagai dukungan dan masukan konstruktif dalam pelaksanaan APBN tahun anggaran 2025,” jelasnya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Tarif Tak Akan Naik, Pemerintah Fokus Perluasan Basis Pajak

Secara makro, kinerja APBN juga diiringi capaian ekonomi yang mendukung klaim efektivitas pengelolaan, pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat 5,11% yoy, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98% dan investasi yang meningkat. Sementara inflasi akhir tahun 2025 terjaga pada 2,92% yoy.

Kondisi tersebut menunjukkan keberhasilan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Keberhasilan tata kelola juga divalidasi oleh auditor eksternal, BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPP 2025, menandakan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan pemerintah pusat yang konsisten.

Indonesia sendiri mampu mencatat pertumbuhan ekonomi tahun 2025 di level 5,11 persen, yang mencerminkan fundamental ekonomi yang resilien dalam menghadapi perkembangan perlambatan ekonomi global. Pertumbuhan ini ditopang konstruksi rumah tangga yang tetap terjaga di level 4,98 persen dan investasi yang tumbuh 5,09 persen, yang menandakan aktivitas ekonomi domestik terus bergerak positif.

Kinerja pertumbuhan yang kuat tersebut juga diikuti dengan terjaganya stabilitas harga. Tercatat, inflasi pada akhir tahun 2025 terkendali di level 2,92 persen year on year (yoy) yang menjadi bukti keberhasilan pengendalian harga oleh pemerintah, membantu dalam menjaga daya beli masyarakat, dan memperkuat efektivitas kebijakan fiskal dalam memberikan perlindungan sosial secara tepat sasaran.

“Di tengah tingginya ketidakpastian global, APBN terus hadir sebagai instrumen yang adaptif dan handal dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Pemerintah memanfaatkan APBN secara optimal sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat dari dampak gejolak ekonomi, menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus mengakselerasi pelaksanaan berbagai agenda pembangunan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *