IHSG Awal Pekan Fluktuatif: Dibuka Melemah, Berbalik ke Zona Hijau

Memantau pergerakan IHSG.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan sentimen yang beragam, Senin (24/8/2026). Langkah ini menunjukkan pergerakan fluktuatif antara zona merah dan hijau di awal pekan. Pasar saham domestik memulai perdagangan dengan pelemahan tipis, namun dengan cepat berbalik arah dan berhasil menguat.

Mengawali sesi perdagangan, IHSG sempat dibuka di zona merah. Berdasarkan pantauan, indeks utama bursa tanah air sempat turun 1,73 poin atau 0,026 persen ke level 6.523,96. Pelemahan awal ini terjadi setelah pada pekan sebelumnya IHSG berhasil ditutup menguat 0,37 persen di level 6.525,69. Penurunan ini juga terjadi pada kelompok saham unggulan, di mana indeks LQ45 ikut terkoreksi 0,55 persen ke level 641,05.

Setelah sempat melemah, IHSG dengan cepat berbalik arah dan bergerak ke zona hijau. Pada pukul 09.08 WIB, IHSG terpantau menguat 9,502 poin atau 0,15% ke level 6.535,192. Penguatan ini terus berlanjut, dengan beberapa sumber melaporkan IHSG bahkan sempat menyentuh level 6.544 atau menguat 0,28 persen.

Baca Juga: Potret Inklusi dan Fenomena Kesenjangan Akses Perbankan di Jantung Jakarta

Penguatan IHSG pada pagi hari ini didorong oleh kinerja positif dari mayoritas sektor. Sektor Bahan Baku menjadi motor utama penguatan dengan lonjakan 1,16%, diikuti oleh sektor Infrastruktur yang naik 0,69%, serta sektor Energi yang menguat 0,59%.

Sementara itu, sektor yang masih berada di zona merah adalah Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang turun 0,24%, diikuti oleh Sektor Keuangan. Analis memproyeksikan pergerakan IHSG yang bervariasi pada hari ini. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berpeluang menguat menuju area 6.628-6.666, dengan potensi koreksi jangka pendek ke kisaran 6.429-6.475.

Sentimen positif yang menopang penguatan IHSG antara lain adalah apresiasi nilai tukar rupiah dan kenaikan harga emas dunia. Rupiah ditutup menguat 54 poin ke level Rp17.694 per dolar AS. Selain itu, aliran dana asing yang kembali masuk ke pasar modal Indonesia juga menjadi katalis utama, dengan tercatat net inflow sekitar Rp2,23 triliun.

Di sisi lain, investor tetap dihadapkan pada sejumlah risiko, seperti potensi profit taking atau aksi ambil untung setelah penguatan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *