Pelatihan Penyelamatan Korban Digelar, Simulasi Bencana Alam di Indonesia

Pelatihan penyelamatan korban.

ASIAWORLDVIEW – Ketika bencana alam melanda, kecepatan dan ketepatan respons di tingkat akar rumput sering kali menjadi faktor paling kritis yang menentukan selamat atau tidaknya korban. Menyadari bahwa masyarakat adalah garda terdepan yang pertama kali menyaksikan dan merasakan guncangan darurat, SANY bersama sejumlah mitra strategis menginisiasi program “Mitra Tanggap Darurat Komunitas Indonesia 2026” (CERP-Indonesia).

“Program besar ini bukan sekadar seremoni seremonial, melainkan intervensi nyata yang dirancang untuk menjawab satu pertanyaan mendasar, apakah masyarakat sudah cukup siap untuk menolong diri sendiri dan orang di sekitarnya ketika detik-detik kritis terjadi, sebelum tim penyelamat profesional tiba?” sebut Saanjay Shamdasani selaku Deputy General Manager/Director Government Relations SANY Indonesia, dikutip Asia World View, Selasa (10/8/2026).

Kehadiran CERP-Indonesia tidak lahir dari ruang hampa, melainkan merupakan bagian dari implementasi internasional “Aliansi Tanggap Bencana Global” yang telah lama diuji SANY di berbagai negara. Kolaborasi ini melibatkan SANY Foundation, China Merchants Charitable Foundation, Shenzhen Public Welfare Rescue Volunteers Federation, serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan berjalan seiring dengan dukungan kelembagaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta sejumlah lembaga lokal lainnya.

“Program ini membawa serta pengalaman dan metode tanggap darurat yang telah teruji di lapangan ke komunitas-komunitas di Indonesia, dengan tujuan utama membangun kemandirian dalam pertolongan awal,” ia menambahkan.

Baca Juga: Potret Inklusi dan Fenomena Kesenjangan Akses Perbankan di Jantung Jakarta

Hal yang menarik dari pendekatan ini adalah komitmen untuk menghadirkan model pemberdayaan yang paralel dengan koridor kolaborasi sosial di negara-negara yang berada di sepanjang Jalur Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative). Kondisi tersebut menjadikannya program lintas budaya dan kemanusiaan yang substansial.

Metodologi pelatihan yang diusung dalam CERP-Indonesia sangat menekankan aspek praktik di atas teori. Lebih dari 70% dari seluruh sesi pelatihan diisi dengan simulasi dan praktik lapangan, sebuah porsi yang cukup besar untuk memastikan bahwa peserta tidak hanya mendengar, tetapi benar-benar merasakan dan melakukan.

Pelatihan penyelamatan korban dalam program tanggap darurat dilakukan dengan fokus pada praktik langsung agar peserta benar-benar siap menghadapi situasi nyata. Materi yang diajarkan mencakup teknik dasar seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) untuk menghidupkan kembali korban henti napas, cara membalut luka kritis agar tidak terjadi pendarahan berlebih, serta penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk mengendalikan kebakaran kecil. Selain itu, peserta juga dilatih teknik memindahkan korban dengan aman tanpa menambah cedera, serta keterampilan membuat tandu darurat dari peralatan sederhana di sekitar.

Rangkaian pelatihan yang berlangsung sejak 26 Juli hingga 8 Agustus 2026 ini secara resmi telah menuntaskan misinya di tiga lokasi strategis—Jakarta, Karawang, dan Yogyakarta—dengan menjangkau sekitar 400 peserta yang berasal dari berbagai lapisan komunitas, mulai dari karyawan korporasi hingga tenaga pendidik di lingkungan sekolah dasar.

Delapan kelas pelatihan yang digelar disesuaikan dengan karakteristik bencana serta kondisi geografis masing-masing wilayah. Di Jakarta dan Karawang, simulasi difokuskan pada gempa bumi dan banjir yang menjadi ancaman perkotaan, sementara di Yogyakarta, skenario erupsi gunung berapi turut dimasukkan mengingat kondisi geologis daerah tersebut. Materi dasar yang diajarkan meliputi teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) yang benar, pembalutan luka pada area kritis, cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), teknik memindahkan korban dengan aman, hingga keterampilan membuat tandu darurat dari peralatan sederhana yang tersedia di sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *