Nilai Tukar Rupiah Menguat Jadi Rp18.132 di Tengah Ketidakpastian Global

Teller bank tengah menghitung tumpukan Dolar AS dan Rupiah.(Antara)

ASIAWORLDVIEW – Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, (4/11/2026). Di pasar spot, rupiah dibuka di sekitar Rp18.132 per dolar AS, naik sekitar 0,15% dari penutupan sebelumnya.

Dalam perkembangan perdagangan, beberapa laporan menempatkan kurs di kisaran Rp18.110–Rp18.115 per dolar AS. Karena angka tersebut berasal dari waktu pengamatan berbeda, pergerakan rupiah lebih tepat dibaca sebagai kisaran, bukan satu nilai yang berlaku sepanjang hari.

JISDOR untuk tanggal tersebut ditetapkan pada Rp18.148 per dolar AS. JISDOR merupakan referensi kurs yang berbeda dari harga transaksi pasar spot, sehingga nilainya tidak harus sama dengan kurs yang ditampilkan bank, penyedia layanan keuangan, atau platform penukaran valuta asing. Selisih juga dapat muncul akibat waktu pembaruan, biaya transaksi, serta perbedaan harga beli dan jual.

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Pelemahan IHSG Wajar di Tengah Sentimen Negatif MSCI

Salah satu faktor yang membantu rupiah adalah pelemahan indeks dolar AS, yang dilaporkan berada di kisaran 101,42–101,44. Perhatian investor tertuju pada penghitungan suara pemilu sela di Amerika Serikat dan dampaknya terhadap prospek kebijakan fiskal maupun arah pasar obligasi.

Ketika dolar melemah atau imbal hasil aset AS turun, mata uang negara berkembang seperti rupiah dapat memperoleh ruang untuk menguat. Namun, hubungan tersebut tidak bersifat otomatis karena investor juga mempertimbangkan risiko dan prospek ekonomi masing-masing negara.

Di sisi lain, penguatan pada awal perdagangan masih berhadapan dengan sejumlah risiko. Laporan sebelum pasar dibuka menyoroti potensi penguatan dolar dan risiko rupiah bergerak menuju Rp18.250 per dolar AS, sementara gejolak politik domestik dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia turut menjadi perhatian. Perbedaan proyeksi tersebut memperlihatkan bahwa sentimen pasar belum sepenuhnya seragam: sebagian faktor mendukung rupiah, sedangkan faktor lain masih dapat memicu tekanan jual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *