Luggage Trade-In 2026, Ajak Pelancong Tukar Koper Lama Demi Wujudkan Keberlanjutan

Samsonite

ASIAWORLDVIEW – Dalam lanskap industri pariwisata modern, sebuah perjalanan tidak lagi hanya diukur dari seberapa jauh kaki melangkah, melainkan juga dari seberapa besar jejak positif yang ditinggalkan. Koper, sebagai salah satu komponen paling setia dalam setiap petualangan, sering kali menjadi saksi bisu dari berbagai cerita perjalanan. Namun, ketika roda koper mulai aus atau modelnya terasa usang, banyak wisatawan yang kemudian dihadapkan pada dilema antara membeli yang baru atau menyimpan yang lama hingga menjadi tumpukan barang tak terpakai.

Menjawab tantangan ini, Samsonite Indonesia kembali menggelar program tahunan global bertajuk Luggage Trade-In, sebuah inisiatif yang tidak sekadar menawarkan pembaruan perlengkapan perjalanan, tetapi juga mengedepankan prinsip ekonomi sirkular dalam industri travel.

Nadya Pertiwi, Country Head Samsonite Indonesia, menegaskan bahwa memperbarui perlengkapan perjalanan tidak harus mengakhiri nilai dari koper yang telah menemani berbagai perjalanan sebelumnya. Melalui program ini, para wisatawan diajak untuk melihat bahwa setiap pembaruan dalam perjalanan hidup mereka dapat berkontribusi pada manfaat sosial yang lebih luas.

“Setiap langkah petualangan bukan hanya tentang menemukan tempat baru, tetapi juga tentang merawat bumi dan sesama,” ia mengatakan.

Baca Juga: Kolaborasi Ferrero dan EIIS: Generasi Kini Harus Bertindak, Keberlanjutan Tanggung Jawab Kita

Alih-alih berfokus pada sekadar transaksi jual-beli, program ini menyoroti bagaimana siklus hidup sebuah produk perjalanan dapat diperpanjang dan diberdayakan kembali. Pelanggan yang ingin memperbarui perlengkapan perjalanan mereka diberikan kesempatan untuk memilih koleksi yang sesuai dengan kebutuhan eksplorasi berikutnya, mulai dari seri HI-FI hingga lini Octolite Neo dan Modio. Namun, daya tarik utama dari inisiatif ini justru terletak pada komitmen keberlanjutannya.

Semangat keberlanjutan ini tidak berhenti di situ. Memasuki tahun 2026, Samsonite Indonesia memperluas dampak sosialnya melalui inisiatif Breathable Classroom. Jika Scholar Panel sebelumnya berfokus pada polusi suara, inisiatif terbaru ini dirancang untuk menjawab tantangan polusi udara yang kian mengkhawatirkan.

Material koper preloved dimanfaatkan kembali sebagai bagian dari sistem jendela sekolah, sebuah solusi kreatif untuk menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman dan sehat di tengah paparan polusi udara luar ruangan. Bagi para pelancong, kisah ini menjadi cerminan bahwa setiap barang yang kita lepaskan memiliki potensi untuk menjadi sesuatu yang lebih bermakna.

Koper-koper preloved yang dikumpulkan tidak berakhir menjadi limbah di tempat pembuangan akhir, melainkan diolah kembali menjadi material yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Pada tahun 2025 lalu, sebanyak 1.792 koper yang terkumpul dari 36 gerai di seluruh Indonesia telah diubah menjadi Scholar Panel, sebuah panel akustik yang dipasang di SDN Cipeujeh Wetan 03, Cirebon. Transformasi ini terbukti mampu menurunkan tingkat kebisingan ruang kelas dari 92 dB menjadi 50 dB, menciptakan atmosfer belajar yang jauh lebih kondusif dan tenang bagi para siswa.

Program yang berlangsung dari 3 September hingga 11 Oktober 2026 ini mengajak para pelancong untuk menukarkan koper preloved mereka dalam kondisi apa pun, sebuah pendekatan yang jarang ditemui di pasar ritel konvensional, di mana nilai tukar biasanya sangat bergantung pada kondisi fisik barang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *