ASIAWORLDVIEW – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk memperkuat kolaborasi ekonomi digital. Hal itu bisa dilakukan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pemberdayaan wirausaha muda, dan perluasan akses pasar.
“Ekonomi global yang semakin terdigitalisasi, langkah ini menjadi strategi penting untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru di kawasan OKI, yang selama ini masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan teknologi, keterbatasan akses pembiayaan, dan fragmentasi pasar,” ia mengatakan, dikutip Selasa (3/11/2026).
Wamen Roro menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi digital dengan populasi lebih dari 281 juta jiwa, termasuk 62,39 juta generasi milenial dan 57,64 juta generasi Z. Potensi demografis ini merupakan aset strategis jika dioptimalkan dengan baik, karena generasi muda tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga dapat menjadi pencipta inovasi, pengusaha, dan motor penggerak nilai tambah ekonomi.
“Tantangannya adalah bagaimana mengoptimalkan potensi generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, mengembangkan usaha, dan menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian,” ia menambahkan.
Baca Juga: Menteri Perdagangan Budi Santoso Soroti Peran Strategis Ritel Modern, Jembatan UMKM ke Pasar Global
Ia menekankan bahwa peningkatan keterampilan sumber daya manusia, khususnya di bidang perdagangan digital dan kewirausahaan, sangat penting untuk mendorong produktivitas dan daya saing. Investasi pada human capital, tambahnya, merupakan prasyarat bagi transformasi digital yang inklusif: tanpa keterampilan yang memadai, teknologi canggih seperti AI hanya akan dinikmati oleh segelintir pelaku besar. Sementara UMKM dan wirausaha muda tertinggal. Untuk memperluas akses pelaku usaha lokal ke pasar global,
Kementerian Perdagangan menjalankan empat langkah strategis, yakni pengembangan platform InaExport, program Campuspreneur, pelatihan ekspor berbasis digital, serta pemanfaatan dokumen perdagangan elektronik, termasuk Surat Keterangan Asal elektronik (e-SKA). InaExport merupakan platform digital gratis yang menghubungkan eksportir dengan calon pembeli internasional, sekaligus menyediakan informasi potensi pasar, negara tujuan ekspor, tarif, dan persyaratan akses pasar. Platform ini berfungsi menurunkan biaya informasi dan biaya transaksi yang selama ini menjadi hambatan utama bagi UMKM untuk menembus pasar ekspor, sehingga memperluas basis eksportir dan mendiversifikasi produk ekspor Indonesia.
Roro juga mendorong negara-negara OKI untuk saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan ekonomi digital. Menurutnya, inisiatif ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) dan konektivitas pembayaran lintas negara melalui QRIS dapat menjadi referensi untuk memperkuat perdagangan digital antarnegara.
DEFA dan QRIS menunjukkan bagaimana integrasi lintas batas dapat menurunkan biaya transaksi, mempercepat aliran barang dan jasa, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil. Jika model serupa dapat diadaptasi di kawasan OKI, dampaknya berpotensi besar: negara-negara anggota dapat saling terhubung dalam ekosistem pembayaran digital, mempercepat perdagangan intra-OKI, dan menciptakan skala ekonomi yang lebih besar.
Namun, Roro mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi dan AI harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Dalam ekonomi pembangunan, literasi digital adalah pelengkap (complement) bagi teknologi: tanpa literasi, adopsi AI berisiko menciptakan kesenjangan baru antara mereka yang mampu memanfaatkan teknologi dan mereka yang tertinggal. Selain itu, pengembangan ekosistem perusahaan rintisan (startup) perlu didukung akses pembiayaan, pendampingan, pelatihan, dan koneksi dengan pasar.
“Melalui kerja sama yang saling melengkapi, negara-negara anggota OKI diharapkan dapat meningkatkan nilai perdagangan, memperkuat daya saing pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” pungkasnya.
