IHSG Tertekan Sentimen Global, Saham Energi dan Perbankan Jadi Beban

Ilustrasi memantau harga saham.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (24/9/2026), dibuka melemah ke level 6.364,98 dan sempat turun hingga 6.331,79 sebelum bergerak fluktuatif. Tekanan jual asing serta sentimen global dari lonjakan yield Treasury AS membuat indeks sulit mempertahankan penguatan sebelumnya.

Indeks dibuka di level 6.364,98, turun tipis 0,16% dari penutupan sebelumnya, lalu sempat menyentuh titik terendah intraday di 6.331,79 sebelum kembali bergerak di kisaran 6.346,22 pada pukul 09.35 WIB. Tekanan jual asing cukup dominan dengan net sell sekitar Rp461–468 miliar, terutama di saham perbankan dan energi, sehingga menambah beban bagi indeks.

Sentimen eksternal juga memperburuk kondisi, di mana lonjakan yield Treasury AS 10 tahun ke 5,13%—level tertinggi sejak 2007—memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed. Selain itu, harga minyak dunia yang melonjak (WTI USD92,16/barel dan Brent $103,08/barel) menambah tekanan inflasi global dan memperlemah daya tarik rupiah, yang pada hari itu melemah ke Rp17.864/USD dan menjadi mata uang Asia dengan pelemahan terdalam.

Baca Juga: Mendag Budi Santoso Dukung Program Akselerasi Produk Lokal, Jalan UMKM Naik Kelas

Secara sektoral, mayoritas sektor berada di zona merah dengan sektor barang baku memimpin pelemahan (-1,25%), disusul energi, kesehatan, properti, dan keuangan. Hanya sektor konsumen non-primer yang mampu bertahan di zona hijau (+0,18%). Di jajaran saham LQ45, Indika Energy (INDY -2,46%), Darma Henwa (DEWA -2,11%), dan Bumi Resources (BUMI -2,07%) menjadi top losers.

Sementara United Tractors (UNTR +0,82%), Indofood (INDF +0,72%), dan Medco Energi (MEDC +0,68%) mencatatkan penguatan. Dari sisi aktivitas perdagangan, KPIG menjadi saham teraktif dengan volume 1,05 miliar saham, diikuti BUMI (924 juta) dan SQMI (481 juta).

Secara teknikal, IHSG menghadapi support penting di kisaran 6.320–6.340, dengan risiko koreksi lebih dalam ke 6.290–6.180 jika level tersebut ditembus. Resistance terdekat berada di 6.422–6.451, dengan potensi lanjutan ke 6.552–6.591 apabila terjadi rebound. Analis merekomendasikan saham energi dan komoditas seperti MEDC, ADRO, TAPG, KPIG, BIPI, CUAN, serta EMAS, INDY, dan VKTR sebagai pilihan yang masih menarik di tengah volatilitas. Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini mencerminkan tekanan eksternal yang kuat dari pasar global, pelemahan rupiah, dan aksi jual asing, sehingga investor perlu berhati-hati sekaligus mencermati peluang di sektor-sektor defensif dan komoditas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *