IHSG Dibuka Menguat, Sektor Energi dan Properti Jadi Penopang Utama

IHSG menguat atau berada di zona hijau.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat, Senin (20/7/2026), di levelpembukaan menguat di level 6.204–6.211, naik sekitar 29–30 poin (0,47–0,57%). Angka ini lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya.

Penguatan ini didorong oleh aksi beli asing bernilai lebih dari Rp 638 miliar yang menopang indeks pergerakan, serta kenaikan saham-saham kapitalisasi besar seperti BBCA (+0,39%) dan BBRI (+1,68%). Secara keseluruhan, terdapat 291–317 saham yang naik , 98–122 saham yang turun, dan 244–274 saham stagnan , dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 10.819 triliun, menunjukkan optimisme investor di tengah kondisi global yang menantang.

Penguatan IHSG ditopang oleh sektor energi yang naik 1,07%, properti 0,92–1,05%, industri 0,67%, serta konsumsi barang primer dan nonprimer 0,42–0,52%. Sektor infrastruktur dan kesehatan juga mencatat kenaikan 0,43–0,45%. Satu-satunya sektor yang melemah adalah teknologi, turun 0,22–0,44%.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Tarif Tak Akan Naik, Pemerintah Fokus Perluasan Basis Pajak

Kondisi tersebut mencerminkan tekanan pada saham berbasis digital. Saham penopang indeks utama selain BBCA dan BBRI adalah BREN (+0,88%) , sementara top gainers LQ45 mencakup MEDC (+2,85%) , CUAN (+2,38%) , dan AMRT (+2,25%) . Sebaliknya, saham seperti TOWR (−0,98%) , MAPI (−0,66%) , dan HRTA (−0,52%) menjadi top Losers.

Faktor pendorong penguatan IHSG berasal dari kombinasi sentimen global dan domestik. Dari luar negeri, inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi meningkatkan peluang The Fed menahan suku bunga, sehingga menambah optimisme pasar. Dari dalam negeri, investor menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI dengan ekspektasi suku bunga tetap atau naik tipis untuk menjaga stabilitas rupiah. Aksi beli asing yang cukup besar juga memperkuat keyakinan bahwa pasar saham Indonesia masih menarik perhatian investor global.

Kondisi ini menunjukkan penguatan moderat di kisaran 6.204–6.211, dengan dukungan kuat dari sektor energi, properti, dan perbankan. Meskipun sektor teknologi melemah, optimisme investor tetap tinggi berkat kombinasi sentimen positif global dan aksi beli asing yang signifikan. Kondisi ini menandakan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki daya tarik yang kuat, sekaligus mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi domestik.

IHSG
IHSG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *