ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) terpantau stabil di kisaran tinggi USD 64.600–USD 64.900 atau setara Rp 1,16 miliar per koin dengan kurs Rp 17.940/USD. Data harga spot menunjukkan variasi: Tokocrypto mencatat USD 64.614, CoinMarketCap USD 64.835, dan Coinecko USD 64.256–USD 64.890.
Sepanjang 24 jam terakhir, Bitcoin mengalami kenaikan tipis 0,08–1,12%, dengan rentang perdagangan harian di USD 63.880–USD 64.909 . Kapitalisasi pasar tetap kokoh di atas USD 1,282–1,296 triliun. Sementara volume perdagangan 24 jam berada di kisaran USD 14,65–16,31 miliar, menegaskan likuiditas tinggi yang menopang stabilitas harga.
Secara historis, Bitcoin mencatat kenaikan 0,71–1,20% dalam sepekan , naik 2,63–3,17% dalam sebulan , namun masih negatif dalam jangka waktu 60–90 hari dengan penurunan 13–15% . Secara year-to-date (YTD), harga turun sekitar 26%, jauh di bawah All-Time High (ATH) USD 126.080 yang dicapai pada Oktober 2025, sehingga harga saat ini masih 45% lebih rendah dari puncaknya.
Baca Juga: Industri Kripto Ragukan Pengesahan RUU Clarity 2025
Jumlah penyebaran mencapai 20,06 juta BTC, atau 95,5% dari total maksimum 21 juta BTC. Kondisi ini menjadikan keterbatasan pasokan sebagai faktor utama yang menjaga nilai Bitcoin sebagai aset langka.
Faktor pendorong pergerakan harga mencakup sentimen perbaikan global setelah tekanan penjualan beberapa bulan lalu, likuiditas tinggi dengan volume perdagangan yang konsisten di atas USD 14 miliar per hari, serta minat institusional melalui ETF kripto dan kepemilikan institusi yang mendukung stabilitas harga. Namun, tekanan jangka menengah masih terasa akibat volatilitas pasar semikonduktor dan kebijakan moneter global yang ketat.
Bagi investor, kondisi ini menghadirkan penerapan yang berbeda. Investor jangka pendek dapat memanfaatkan momentum kenaikan tipis untuk strategi perdagangan harian, sementara investor jangka panjang melihat peluang akumulasi karena harga masih jauh dari ATH.
Meski demikian, risiko tetap tinggi dengan potensi koreksi lanjutan dan ketergantungan besar pada sentimen global. Selain itu, aset digital ini menegaskan posisinya sebagai aset kripto terbesar dunia sekaligus barometer utama bagi pasar kripto global.

