IHSG Dibuka Menguat 0,33%, Rupiah Ikut Menguat ke Rp17.857

Ilustrasi pergerakan IHSG.(Unidata)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada Rabu (23/9/2026), 20,91 poin atau 0,33 persen ke level 6.297,95 dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Penguatan ini menjadi fase rebound setelah IHSG anjlok 1,69 persen ke level 6.277,04 pada Selasa, 22 September 2026, yang disertai aksi jual bersih investor asing mencapai Rp671,3 miliar.

Meskipun dibuka di zona hijau, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.321 dan terendah 6.278 dalam sesi awal, dengan penguatan yang menipis menjadi hanya 0,02 persen atau 1 poin ke level 6.288 pada pukul 09.10 WIB. Indeks LQ45 juga ikut menguat 1,56 poin atau 0,25 persen ke posisi 627,17. Secara sektoral, enam sektor menguat dan enam sektor melemah; sektor konsumer primer memimpin penguatan 1,48 persen, diikuti sektor bahan baku 0,88 persen dan properti 0,43 persen, sementara sektor energi melemah 0,34 persen dan transportasi turun 0,27 persen.

Saham-saham yang memimpin top gainers LQ45 pagi ini antara lain PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 3,53 persen, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 1,98 persen, dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 1,64 persen, sedangkan top losers-nya dihuni oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 2,34 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 1,05 persen, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 0,9 persen.

Baca Juga: OJK Minta Himbara Jaga Risiko di Tengah Biayai Program Prioritas Pemerintah

Teller bank tengah menghitung tumpukan Dolar AS dan Rupiah.(Antara)
Teller bank tengah menghitung tumpukan Dolar AS dan Rupiah.(Antara)

Sentimen utama yang membayangi pergerakan IHSG hari ini adalah penantian pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan diumumkan pada hari yang sama. Para analis memprakirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen guna menjaga stabilitas rupiah dan inflasi, dengan 33 dari 36 ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan suku bunga tetap tidak berubah untuk bulan ketiga berturut-turut, sementara sisanya memperkirakan kenaikan seperempat poin. Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mencermati arah kebijakan dan pernyataan BI mengenai kondisi rupiah serta stabilitas pasar.

Nilai tukar rupiah sendiri pada pembukaan perdagangan Rabu bergerak menguat 27 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.857 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.884 per dolar AS, bahkan sempat menguat hingga Rp17.817 per dolar AS atau naik 67 poin (0,37 persen) menjelang pengumuman RDG BI. Di sisi global, bursa saham Asia mayoritas menguat seiring rally Wall Street, di mana Nasdaq mencetak rekor penutupan tertinggi naik 0,45 persen ditopang saham-saham terkait AI, serta ekspektasi pertemuan Presiden AS dan Presiden Tiongkok yang membahas kecerdasan buatan, tarif, dan logam tanah jarang. Pasar juga mencermati pergerakan harga minyak, perkembangan konflik Timur Tengah, kebijakan China, serta sentimen risk-off yang masih dipengaruhi harga minyak di sekitar USD100 per barel dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang bertahan mendekati 5 persen setelah keputusan hawkish The Fed.

IHSG berpotensi rebound jangka pendek ke rentang 6.300–6.320, dengan peringatan bahwa kegagalan menembus level 6.320 dapat memicu koreksi lanjutan ke level 5.850–6.100 dalam jangka menengah. Analis MNC Sekuritas menyoroti bahwa IHSG sedang berada pada wave a dari wave (x) dan akan menguji rentang 6.208–6.258, dengan area penguatan terdekat di 6.333–6.364, support utama di 6.267–6.108, dan resistance di 6.440–6.535. Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas mencatat bahwa tekanan terhadap IHSG semakin kuat setelah indeks ditutup di bawah moving average (MA) 100 dan MA60, sehingga membuka peluang IHSG menguji level psikologis 6.200, dengan terdapat gap di level 6.186.

IHSG telah breakdown dari pola rising wedge dan kembali berada di bawah MA20 di level 6.410, dengan indikator MACD masih menunjukkan bearish crossover dan histogram negatif yang melebar, sehingga IHSG berpotensi menguji area support 6.200–6.180. Untuk perdagangan hari ini, Reza dari BRI Danareksa memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan wait and see, dengan area 6.250–6.200 menjadi support penting dan resistance berada di 6.370–6.410. Investor juga mencermati perubahan aturan ARB (Auto Reject Bawah) BEI yang menjadi perhatian trader, serta pelemahan rupiah yang masih menjadi faktor sentimen negatif bagi pasar saham domestik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *