Bitcoin Tertahan di Bawah USD80.000, ETF Spot Jadi Arah Penentu

Deretan koin Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) bergerak dalam kisaran yang cukup dinamis, Senin (31/8/2026), berada di bawah level psikologis USD80.000. Berdasarkan data dari berbagai platform perdagangan dan analisis pasar, harga BTC terpantau berada di sekitar USD77.000 hingga USD78.000.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa Bitcoin sempat mengalami rebound ke level mendekati USD79.000 pada akhir pekan, namun tekanan baru kembali mendorong harga turun di bawah USD78.000 pada perdagangan awal pekan ini. Meskipun terdapat variasi, secara umum terlihat bahwa Bitcoin mengalami pelemahan tipis, dengan penurunan harian berkisar antara 0,15% hingga 0,71%.

Pergerakan harga Bitcoin pada hari ini tidak terlepas dari sentimen makroekonomi dan geopolitik yang cukup berat. Pasar sedang merespons pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, pada Jumat lalu yang menyatakan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin masih diperlukan jika inflasi tidak segera turun menuju target 2%. Pernyataan ini secara signifikan meningkatkan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga pada bulan September.

Baca Juga: Metaplanet Pindahkan 1.350 BTC ke Coinbase Prime, Pasar Kripto Terguncang

Kondisi tersebut menekan aset-aset berisiko termasuk kripto. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun melonjak, dan dolar AS menguat, memberikan tekanan tambahan pada Bitcoin. Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga meningkat setelah serangan AS terhadap situs peluncuran roket Iran di dekat Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak dan mendorong harga minyak mentah Brent naik di atas USD90 per barel.

Kombinasi dari ekspektasi kebijakan moneter yang ketat dan eskalasi risiko geopolitik ini menciptakan suasana “risk-off” di pasar global, yang turut menekan harga Bitcoin, menyebabkannya sempat jatuh di bawah USD77.000 sebelum akhirnya pulih kembali ke kisaran USD78.000.

Meskipun mengalami koreksi harian, analisis jangka menengah menunjukkan bahwa struktur tren Bitcoin masih tergolong solid. Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin tercatat telah melonjak lebih dari 23%, dan dalam 60 hari kenaikannya mencapai hampir 30%.

Koreksi kecil seperti yang terjadi pada hari ini dipandang sebagai konsolidasi yang wajar setelah reli yang cukup besar, terutama karena harga mendekati area resistensi kuat di USD80.000 yang memicu aksi ambil untung (profit-taking). Analis melihat bahwa support utama BTC saat ini berada di kisaran USD76.000.

Sementara level resistensi utamanya adalah di USD79.000. Pergerakan pasar selanjutnya akan sangat bergantung pada aliran dana masuk ke ETF Bitcoin spot di AS ketika pasar dibuka kembali, serta bagaimana harga minyak dan imbal hasil obligasi Treasury bereaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *