ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin merosot tajam hingga menyentuh level USD76.877 pada Jumat, setelah sebelumnya sempat mencapai puncak intraday di USD81.455. Penurunan ini terjadi akibat pidato pertama Ketua The Fed, Kevin Warsh, di forum Jackson Hole yang menegaskan bahwa inflasi belum mereda cukup cepat.
Nada hawkish tersebut langsung mengguncang pasar, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga September dari 35,4% menjadi 55,7% menurut CME FedWatch. Dampaknya, pasar kripto mengalami tekanan besar dengan likuidasi posisi leverage senilai USD481 juta dalam 24 jam, mayoritas berasal dari posisi long yang terjebak oleh koreksi harga.
Meski demikian, secara teknis pergerakan ini lebih menyerupai fase konsolidasi daripada pembalikan tren, karena indikator RSI masih berada di level sehat dan ADX menunjukkan tren bullish tetap terjaga.
Penurunan tersebut terjadi dari level tertinggi semalam di USD81.455, yang berada di dalam zona resistensi yang sebelumnya telah membatasi beberapa upaya penembusan tahun ini. Zona tersebut kembali bertahan.
Baca Juga: Metaplanet Pindahkan 1.350 BTC ke Coinbase Prime, Pasar Kripto Terguncang
Warsh menandai hari ke-100 masa jabatannya dengan menolak memberikan panduan baru kepada pasar, namun nada pidatonya sudah cukup untuk menggerakkan harga. Dalam pidatonya, Warsh menetapkan standar bagi dirinya sendiri: The Fed perlu melihat inflasi bergerak menuju targetnya dengan jelas dan pada kecepatan yang memadai sebelum menyatakan tugas telah selesai. Jika belum mencapai itu, katanya, bank sentral masih memiliki “pekerjaan yang harus diselesaikan.”
Reaksi tersebut berdampak pada posisi leverage. Data CoinGlass menunjukkan likuidasi senilai sekitar $481 juta di seluruh pasar kripto dalam 24 jam sekitar pidato tersebut, dengan lebih dari USD360 juta di antaranya berasal dari posisi long yang terperangkap akibat penurunan harga. Bitcoin ditutup pada USD77.557, turun 3,39%.
Secara teknis, koreksi ini lebih mirip fase konsolidasi daripada pembalikan tren. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) berada di level 69,7, jauh dari zona overbought di atas 80 yang mendahului penolakan pada hari Selasa, sementara Indeks Arah Rata-rata (ADX) di sekitar 39,5 masih menunjukkan tren yang kuat, bukan tren yang terputus. Harga tetap berada di dalam tren bullish yang membentang dari level terendah Juni di sekitar $68.858 hingga level tertinggi minggu ini di sekitar USD81.455.
Rentang USD73.670 hingga USD75.157 menandai zona emas yang akan menjadi fokus utama para trader jika aksi jual berlanjut. Penutupan di bawah rentang tersebut akan membuat rata-rata pergerakan 50 minggu dan struktur penembusan Juni menjadi dipertanyakan. Di atas level tersebut, rentang USD81.000 hingga USD82.500 tetap menjadi level yang perlu direbut kembali oleh pihak bullish untuk mencapai level tertinggi baru.
