Bitcoin Tembus Rp1,28 Miliar, Reli Terkuat dalam Bulan Terakhir

Bitcoin.

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) mengalami lonjakan yang sangat signifikan, Jumat (21/8/2026), menembus level-level resistensi penting dan menandai reli terkuatnya dalam beberapa bulan terakhir. Pasar kripto sedang bergairah, dengan aset digital nomor satu ini berhasil keluar dari fase konsolidasi yang berlangsung selama berbulan-bulan di kisaran level USD63.000.

Sepanjang hari, Bitcoin diperdagangkan pada level yang jauh lebih tinggi, didorong oleh serangkaian sentimen positif. Berdasarkan data dari berbagai platform, harga BTC bergerak di rentang yang cukup lebar, mencerminkan tingginya volatilitas dan antusiasme pasar.

Harga Bitcoin naik lebih dari 5% ke level USD 72.383,99, atau setara dengan sekitar Rp 1,28 miliar (dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran Rp 17.760). Bahkan,dalam pergerakan intraday yang sangat agresif, Bitcoin sempat mengalami lonjakan jangka pendek yang menembus level USD 75.000, menurut data pasar HTX, sebelum akhirnya melakukan koreksi tipis ke level USD 74.800.

Baca Juga: Bitcoin Masuki Fase Sinyal, Hadapi Ancaman Rantai Ganda

Reli spektakuler ini bukan terjadi tanpa sebab. Ada beberapa faktor katalis yang saling menguatkan, dengan kebijakan dari Amerika Serikat sebagai pemicu utamanya.

Kebijakan Buyback Obligasi AS: Pemicu utama adalah keputusan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang mengumumkan akan memperbesar program pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjang. Penurunan Imbal Hasil (Yield) Obligasi: Pengumuman buyback ini langsung direspons oleh pasar. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun, yang sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak 2007, mengalami penurunan. Penurunan yield ini membuat aset-aset berisiko seperti saham dan kripto menjadi lebih menarik bagi investor.

Kebijakan tersebut juga mendorong pelemahan dolar AS. Hal ini semakin membuka ruang bagi investor untuk meningkatkan eksposur mereka pada aset-aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Selain faktor makro, dinamika internal pasar kripto juga memainkan peran penting dalam memperkuat reli. Lonjakan harga yang tajam memicu aksi short squeeze besar-besaran. Dalam 24 jam, posisi short (taruhan terhadap harga) senilai miliaran dolar AS terlikuidasi. Data menunjukkan likuidasi posisi short mencapai sekitar US$ 2,7 miliar. Fenomena ini menciptakan efek berantai, di mana para trader yang merugi terpaksa membeli kembali aset yang mereka jual, sehingga menambah tekanan beli dan mendorong harga semakin tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *