Bitcoin Meledak Dekati USD70.000, Crypto Rally of The Year

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) melonjak secara dramatis, Kamis (20/8/2026), mencatatkan penguatan yang sangat signifikan. Menurut data dari berbagai platform perdagangan, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD69.000 hingga USD69.700, dengan penguatan harian bervariasi antara 7,13% hingga 8,24%.

Bahkan, pada puncaknya, harga Bitcoin sempat menyentuh level USD69.996,95, hanya beberapa dolar dari level psikologis USD70.000. Pergerakan ini membawa Bitcoin keluar dari rentang konsolidasi USD64.000-USD66.000 yang telah berlangsung selama beberapa pekan dan mencatatkan level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Lonjakan harga yang spektakuler ini dipicu oleh serangkaian katalis makroekonomi dan regulasi yang muncul secara bersamaan. Faktor pemicu utamanya adalah pengumuman mengejutkan dari Departemen Keuangan Amerika Serikat (US Treasury) yang berencana untuk menggandakan volume program pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah bertenor panjang, dari batas maksimum USD2 miliar menjadi setidaknya USD4 miliar per operasi, yang akan berlaku mulai 9 September 2026.

Baca Juga: Bitcoin Masuki Fase Sinyal, Hadapi Ancaman Rantai Ganda

Langkah intervensi likuiditas ini secara langsung menekan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, di mana imbal hasil obligasi tenor 30 tahun turun hampir 10 basis poin, dan mendorong pelemahan dolar AS. Kondisi ini mengurangi daya tarik instrumen pendapatan tetap dan mendorong rotasi modal besar-besaran kembali ke aset berisiko (risk assets), termasuk aset kripto.

Selain itu, sentimen pasar juga diperkuat oleh usulan kerangka regulasi baru dari SEC untuk penawaran aset kripto dan pertemuan Presiden Trump dengan para eksekutif industri kripto, yang semakin meningkatkan ekspektasi akan lingkungan regulasi yang lebih ramah di AS.

Kenaikan harga yang cepat ini memicu likuidasi besar-besaran pada posisi jual (short) di pasar derivatif, menciptakan efek “short squeeze” yang luar biasa. Dalam waktu sekitar satu jam saja, lebih dari USD1 miliar posisi short Bitcoin dilikuidasi secara paksa, dan total likuidasi di seluruh pasar kripto dalam 24 jam mencapai sekitar USD1,92 miliar.

Peristiwa ini digambarkan oleh para analis sebagai “pembantaian terhadap para penjual” atau “hari likuidasi” yang spektakuler. Lonjakan ini juga menyebar ke seluruh pasar kripto, dengan Ethereum (ETH) mencatatkan kenaikan harian lebih dari 18% ke level $2.262,59, dan altcoin besar lainnya seperti Solana (SOL) dan XRP juga menguat signifikan.

Di balik reli yang mengesankan ini, para analis mulai memproyeksikan prospek jangka panjang yang lebih cerah. Geoff Kendrick dari Standard Chartered menilai bahwa kebijakan likuiditas dari Departemen Keuangan AS ini adalah katalis positif yang dapat mendorong Bitcoin menuju USD100.000 pada akhir 2026. Sementara itu, data dari VanEck menunjukkan bahwa 8 dari 12 indikator ‘kapitulasi pasar’ Bitcoin telah memicu sinyal ekstrem, yang mengindikasikan bahwa fase penyerahan diri (capitulation) mungkin telah selesai dan pasar sedang dalam proses pembentukan dasar. Aliran dana institusional juga kembali deras, dengan ETF Bitcoin spot AS mencatatkan total aliran masuk bersih sekitar USD4,87 miliar pada 17-18 Agustus.

Meskipun demikian, pasar tetap dibayangi oleh ketidakpastian dan perbedaan pendapat yang tajam. Bloomberg Intelligence memperingatkan bahwa kelemahan Bitcoin di bawah $69.000 dapat memperkuat risiko penurunan ekstrem. Selain itu, perubahan strategi dari Strategy (sebelumnya MicroStrategy)—yang merupakan pembeli terbesar Bitcoin—yang menghentikan pembelian dan malah menjual sebagian kepemilikannya untuk membangun bantalan kas, menambah lapisan kompleksitas pada dinamika pasar saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *