ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin atau BTC mengalami penurunan yang signifikan, gagal mempertahankan level psikologis USD64.000. Mata uang kripto terbesar di dunia ini diperdagangkan di kisaran USD63.800 hingga USD64.000, menandai koreksi tajam setelah penguatan di akhir pekan lalu.
Berdasarkan data dari CoinMarketCap pada pukul 07.05 WIB, Bitcoin turun 1,44% dalam 24 jam terakhir ke level USD63.879,92. Sumber lain mencatat penurunan serupa, dengan Bitcoin sempat menyentuh USD63.914,53 atau anjlok 1,86%. Kapitalisasi pasar Bitcoin pada hari ini tercatat sekitar USD1,28 triliun. Jika dikonversi ke Rupiah dengan kurs sekitar Rp17.755-Rp17.800 per dolar AS, harga Bitcoin setara dengan sekitar Rp1,13 hingga Rp1,14 miliar per koin.
Baca Juga: Bitcoin Masuki Fase Sinyal, Hadapi Ancaman Rantai Ganda
Perusahaan yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin terbesar di dunia ini dilaporkan menjual 1.690 keping BTC, yang memicu tekanan jual tinggi dan menyebabkan penurunan drastis. Aksi jual dari “paus” (whale) ini menekan psikologi pasar dan memicu aksi jual berantai.
Bitcoin menunjukkan korelasi yang kuat (94%) dengan ETF Russell 2000 (IWM), yang mengindikasikan pergerakan bersama yang didorong oleh faktor makro dan sensitif terhadap risiko. Koreksi di pasar saham AS turut menekan harga Bitcoin.
Bitcoin bergerak dalam pola sideways dengan volatilitas yang rendah, namun tekanan jual dari investor besar berhasil mendorong harga keluar dari rentang tersebut. Indeks Fear and Greed (Indeks Ketakutan dan Keserakahan) turun ke level 29, yang masih berada dalam zona “Takut” (Fear). Meskipun terjadi koreksi, secara mingguan Bitcoin masih mencatatkan kenaikan sekitar 0,75%.

