Cetak Sejarah Baru, Stok Cadangan Beras Indonesia Capai 4 Juta Ton

Sawah yang menghijau.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa mencapai empat juta ton cadangan beras, sebuah pencapaian tertinggi sejak Perum Bulog didirikan pada 1969. Hal ini menunjukkan peningkatan kesejahteraan petani dan kemandirian negara.

“Semua pihak telah bekerja bersama untuk membantu Indonesia mengamankan cadangan beras terbesar dalam sejarah,” katanya di Jakarta.

Prestasi ini tidak dapat dipisahkan dari visi strategis Presiden Prabowo Subianto, yang secara konsisten mendorong berbagai terobosan strategis melalui penerbitan instruksi presiden untuk memperkuat produksi dan memfasilitasi petani.

Baca Juga: Prabowo Dirikan 70 Ribu Koperasi Desa demi Jaga Harga Beras Stabil

Pemerintah telah menetapkan rekor baru dalam pencapaian pangan nasional. Untuk pertama kalinya sejak perusahaan logistik yang dikelola pemerintah, Bulog didirikan pada tahun 1969, cadangan beras pemerintah telah mencapai empat juta ton yang mengesankan.

Menurut laporan real-time pada hari Kamis, 29 Mei 2025, jam 9:41 malam Western Indonesia Time (WIB), penyerapan beras Bulog berdiri di 2.407.257 ton, sementara total stok beras nasional resmi mencapai 4.001.059 ton.

Angka ini dipandang sebagai simbol kolaborasi nasional yang sukses untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

“Saya mengungkapkan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi pada pencapaian ini,” ia menambahkan.

Dengan kolaborasi lintas-sektoral yang kuat dan kebijakan strategis yang efektif, pemerintah tetap optimis tentang keamanan pangan Indonesia.

Sebelumnya, Menteri mencatat bahwa, berdasarkan data dari Statistics Indonesia (BPS), produksi beras nasional diproyeksikan mencapai 18,76 juta ton pada paruh pertama tahun 2025, mewakili peningkatan 11,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.