ASIAWORLDVIEW – Wakil Menteri Keuangan RI Thomas Djiwandono menegaskan bahwa New Development Bank (NDB) yang digagas oleh negara-negara BRICS tidak akan menjadi lembaga dominan seperti IMF atau Bank Dunia.
Thomas menyebut bahwa asumsi NDB akan mendominasi seperti IMF adalah keliru karena struktur dan semangat kolaboratif BRICS sangat berbeda. Indonesia menyambut baik kehadiran NDB dan melihatnya sebagai mitra strategis untuk pembiayaan infrastruktur nasional, bukan sebagai alat dominasi geopolitik.
“Kami sangat menyambut baik NDB dan mengundang bank tersebut untuk mendukung kami, terutama dalam pembiayaan infrastruktur.” Itu adalah salah satu area kunci yang telah kami diskusikan baik di dalam BRICS maupun dengan NDB,” kata Djiwandono.
Baca Juga: BRICS Tak Berencana Buat Mata Uang Tandingan Dolar AS
Menurutnya, pendekatan BRICS terhadap tata kelola, yang menekankan kesetaraan dan saling menghormati di antara negara-negara anggotanya, membedakan NDB dari lembaga keuangan global tradisional.
Dia juga menanggapi beberapa kekhawatiran yang diungkapkan oleh beberapa analis bahwa NDB bisa menjadi sekuat IMF.
“Saya tidak melihat itu terjadi karena pendekatan tata kelola BRICS sangat berbeda.” Negara-negara BRICS selalu saling menghormati posisi masing-masing,” tambahnya.
Djiwandono menyatakan bahwa Indonesia melihat NDB sebagai mitra strategis potensial, terutama dalam mendukung pembiayaan infrastruktur untuk pembangunan nasional.
Dalam beberapa bulan terakhir, jelasnya, telah ada komunikasi intensif dengan NDB, termasuk pertemuan antara para pemimpin Indonesia dan presiden NDB di Jakarta.
