Indonesia Sambut Baik Penundaan Trump Tariff

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri

ASIAWORLDVIEW Indonesia menyambut keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menunda tarif impor, Kamis (10/4/2025). Pemerintah mencoba meningkatkan negosiasi untuk saat ini.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, mengatakan bahwa Indonesia akan mengawasi perkembangan setelah penundaan tersebut. Selain itu, negosiasi tetap akan dilakukan.

“Kami akan terus menegakkan negosiasi ini menjadi sinyal positif. Indonesia adalah salah satu negara ASEAN yang tidak membalas,” kata Wamen Dyah Roro kepada wartawan.

Baca Juga: Imbas Trump Tariff: Harga Saham Turun dan Picu Ketegangan Ekonomi Global

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukan pembalasan terhadap tarif 32% yang dikenakan oleh AS. Sebaliknya, Indonesia memilih untuk bernegosiasi langsung dengan AS guna mencari solusi yang saling menguntungkan.

Langkah ini diambil untuk melindungi stabilitas ekonomi nasional dan menjaga iklim investasi. Indonesia juga berencana meningkatkan impor produk-produk AS, seperti kapas, gandum, dan LNG, sebagai upaya untuk menyeimbangkan defisit perdagangan bilateral. Pendekatan ini mencerminkan komitmen Indonesia terhadap hubungan perdagangan yang damai dan berkelanjutan.

Donald Trump memutuskan untuk memberikan mitra dagang AS selama 90 hari. Namun China masih harus menghadapi kenaikan retribusi 125 persen yang mengejutkan ketika menjual barang-barangnya ke AS.