Harga Bitcoin Stabil, Volume Perdagangan Turun

Bitcoin.(Unsplash.com/michael-fortsch)

ASIAWORLDVIEW – Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 63.461–63.570 atau sekitar Rp 1,12–1,13 miliar per koin hari ini, Sabtu (13/6/2026). Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir relatif tenang, hanya naik tipis 0,02%, dengan lonjakan kecil 0,17% dalam satu jam terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai USD 1,27 triliun (sekitar Rp 22.900 triliun), menjadikannya tetap sebagai aset kripto terbesar di dunia. Namun, volume perdagangan harian sedikit menurun, yang menunjukkan bahwa banyak investor memilih menunggu kepastian arah pasar sebelum melakukan aksi beli atau jual besar-besaran.

Faktor yang memengaruhi pergerakan harga hari ini cukup beragam. Dari sisi makroekonomi, inflasi Amerika Serikat yang relatif stabil serta kebijakan moneter bank sentral global memberi sinyal konsolidasi, sehingga pasar kripto tidak mengalami guncangan besar.

Baca Juga: Bitcoin Bertahan di Atas USD63.000, Data Tenaga Kerja Tekan Sentimen Kripto

Namun, perhatian investor juga bergeser ke sektor teknologi dan kecerdasan buatan, terutama setelah IPO SpaceX yang menyedot likuiditas dari pasar kripto. Hal ini tercermin dari aksi jual bersih Bitcoin senilai USD 2,1 miliar sepanjang Juni 2026.

adopsi institusional tetap menjadi pendorong sentimen jangka panjang. Hal itu karena semakin banyak lembaga keuangan besar yang memasukkan Bitcoin ke dalam portofolio mereka.

Secara teknikal, level support terdekat berada di sekitar USD 60.000, sementara resistance utama ada di kisaran USD 68.000. Jika harga mampu menembus resistance tersebut, peluang untuk menuju USD 65.000–68.000 terbuka lebar. Sebaliknya, jika support jebol, koreksi lebih dalam bisa terjadi.

Kondisi ini membuat Bitcoin berada dalam fase konsolidasi yang krusial. Arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen pasar global dan arus modal dari sektor lain.

Risiko tetap perlu diperhatikan. Volatilitas tinggi masih menjadi ciri khas Bitcoin. Meski hari ini relatif stabil, pergerakan cepat bisa terjadi sewaktu-waktu.

Diversifikasi portofolio juga menjadi isu penting, karena banyak investor kini mengalihkan dana ke saham teknologi dan AI, yang membuat permintaan terhadap Bitcoin sedikit tertekan. Selain itu, regulasi global tetap menjadi faktor penentu: perubahan kebijakan di negara besar dapat memicu pergerakan harga mendadak dan signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *