ASIAWORLDVIEW – Bank Indonesia menyatakan bahwa investor asing menyalurkan dana sebesar Rp19,02 triliun ke SRBI dan obligasi pemerintah. Langkah ini berhasil dilakukan setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen.
“Setelah kenaikan BI Rate, arus masuk modal asing menunjukkan pertumbuhan positif, didukung oleh daya tarik instrumen keuangan domestik,” kata Wakil Gubernur Senior Destry Damayanti, dikutip Sabtu (13/6/2026).
Data yang mencakup periode 10 hingga 11 Juni menunjukkan Rp15,11 triliun mengalir ke Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara Rp3,91 triliun masuk ke surat utang negara (SBN).
Permintaan asing juga kuat terhadap obligasi yang diterbitkan oleh Danantara, dana kekayaan negara Indonesia, dengan penjualan mencapai Rp26,9 triliun. Arus masuk tersebut memberikan dukungan langsung bagi nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis, Dibuka di Rp 18.134 per Dolar AS
“Perkembangan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset domestik,” ia menambahkan.
Mata uang tersebut ditutup pada level Rp17.865-Rp17.875 per dolar AS pada Jumat, menguat 0,84 persen dari Rp18.010-Rp18.020 pada pekan sebelumnya.
Penguatan rupiah mencerminkan kepercayaan terhadap respons kebijakan Bank Indonesia. Selain menaikkan suku bunga acuan, bank sentral meningkatkan imbal hasil SRBI dan menawarkan insentif swap lindung nilai yang lebih menarik bagi investor asing.
Bank Indonesia berharap inisiatif-inisiatif tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan membantu melindungi rupiah dari guncangan eksternal. Bank Indoensia tetap aktif di pasar keuangan dan terus menerapkan alat-alat kebijakan untuk mendukung stabilitas serta mengarahkan nilai tukar rupiah ke arah nilai fundamentalnya.
