ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Selasa (9/6/2026), bertahan di atas level psikologis USD63.000 per koin. Angka ini menunjukkan stabilitas meski pasar kripto global masih berfluktuasi.
Berdasarkan data perdagangan, BTC berada di kisaran USD63.020–USD63.307, dengan kapitalisasi pasar mencapai USD1,27 triliun. Dalam 24 jam terakhir, pergerakan Bitcoin relatif tipis, naik sekitar 0,29% atau terkoreksi 0,39% tergantung waktu perdagangan, menandakan fase konsolidasi setelah reli besar awal tahun.
Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs Rp 18.187 per dolar AS, harga satu BTC setara dengan Rp 1,14 miliar, menjadikannya aset digital dengan nilai tertinggi di pasar kripto.
Faktor eksternal yang memengaruhi harga Bitcoin hari ini antara lain data tenaga kerja AS yang kuat, yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan menekan aset berisiko termasuk kripto.
Selain itu, Indeks Dolar AS (DXY) sempat menguat, membuat aset kripto lebih mahal bagi investor internasional. Sentimen pasar kripto global juga masih fluktuatif, dengan kapitalisasi total turun tipis 0,08% ke USD2,17 triliun, menandakan adanya tekanan likuiditas.
Secara analisis teknikal, Bitcoin kini memasuki fase konsolidasi setelah reli besar yang sempat membawa harga ke rekor US$ 5.600 awal tahun. Menariknya, Relative Strength Index (RSI) Bitcoin berada di level terendah sepanjang sejarah pada grafik harian dan dua mingguan, yang oleh banyak analis dianggap sebagai peluang akumulasi jangka panjang.
Meski ada potensi koreksi lebih dalam hingga di bawah USD 60.000, kondisi ini justru dipandang sebagai momen akumulasi bagi investor yang berorientasi pada investasi jangka panjang.
