Tokocrypto: Minat Kripto Terjaga Meski Pasar Bergerak Selektif

Tokocrypto

ASIAWORLDVIEW – Aktivitas transaksi kripto saat ini cenderung lebih selektif, kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto masih terjaga. Hal ini terlihat dari minat investor yang tetap mempertahankan kepemilikan aset digital sebagai bagian dari portofolio mereka, meski volume perdagangan tidak seintensif periode sebelumnya.

Hal itu diungkapkan CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset kripto masih terjaga, meskipun aktivitas transaksi bergerak lebih selektif. 

“Dengan tekanan pasar yang berlanjut dan sikap investor yang cenderung wait and see, transaksi aset kripto pada April 2026 berpotensi kembali bergerak terbatas apabila sentimen global belum menunjukkan perbaikan signifikan,” jelasnya.

Di tengah kondisi pasar tersebut, Tokocrypto memperkuat kemudahan akses transaksi bagi investor Indonesia melalui pembukaan channel deposit baru bekerja sama dengan Nobu Bank. Melalui kanal ini, pengguna dapat melakukan deposit rupiah dengan lebih mudah, aman, dan nyaman.

Baca Juga: Biaya Transaksi Kripto di CFX Dipangkas 50%, Likuiditas Pasar Diprediksi Meningkat

Tokocrypto juga menghadirkan program cashback deposit sebesar Rp50.000 bagi pengguna yang melakukan deposit melalui Nobu Bank sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, Tokocrypto menyesuaikan minimum deposit menjadi mulai dari Rp10.000 untuk seluruh channel deposit, baik melalui bank maupun e-wallet.

Calvin menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga akses investasi aset kripto tetap inklusif, terutama ketika pasar sedang berada dalam fase koreksi dan investor cenderung menunggu kepastian arah harga.

“Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, banyak investor mengambil posisi wait and see. Karena itu, kami terus berupaya memberikan kemudahan akses transaksi, termasuk melalui pembukaan channel deposit Nobu Bank dan penyesuaian minimum deposit mulai dari Rp10.000 di seluruh channel. Kami ingin memastikan investor Indonesia tetap memiliki fleksibilitas untuk masuk ke pasar sesuai strategi dan profil risikonya,” ia menambahkan.

Selektivitas transaksi muncul karena investor lebih berhati-hati dalam memilih aset, fokus pada kripto dengan fundamental kuat atau momentum pasar yang jelas, seperti Bitcoin dan Ethereum, serta altcoin tertentu yang menunjukkan performa positif.

Kondisi ini mencerminkan adanya pergeseran strategi investasi dari sekadar spekulasi jangka pendek menuju pendekatan yang lebih terukur, di mana masyarakat tetap melihat kripto sebagai instrumen bernilai, tetapi dengan kesadaran penuh terhadap risiko volatilitas dan faktor eksternal seperti kebijakan moneter global maupun regulasi domestik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *