ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Minggu (10/5/2026), menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dengan variasi antar bursa. Di Indonesia, harga BTC tercatat sekitar Rp 1.390.707.000 di Indodax dan Rp 1.404.199.511 di CoinMarketCap , sementara di pasar global melalui TradingView meningkat berada di kisaran USD 80.685 per BTC. Dalam 24 jam terakhir, pergerakan harga berada pada kisaran Rp 1.392.513.669 – Rp 1.408.088.112.
Angka tersebut menandakan adanya konsolidasi setelah reli sebelumnya. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar global Bitcoin global mencapai sekitar Bitcoin mencapai sekitar USD 1,62 triliun, dengan volume perdagangan harian sebesar Rp sebesar Rp 305,94 triliun.
Angka-angka ini mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan. Selain itu, menunjukkan bahwa Bitcoin tetap menjadi aset kripto utama yang mendominasi pasar, meskipun volatilitas jangka pendek masih cukup tinggi.
Baca Juga: Pembekuan Bitcoin: Ancaman Kuantum Picu Kekhawatiran Pasar
Tekanan di pasar kripto saat ini dipicu oleh beberapa faktor utama yang saling berkaitan. Likuidasi besar-besaran di pasar derivatif membuat harga Bitcoin dan aset kripto tertekan posisi lain karena leverage yang ditutup . Di sisi lain, arus keluar ETF Bitcoin yang signifikan menenangkan sentimen investor, menandakan berkurangnya kepercayaan institusional dalam jangka pendek.
Situasi ini diperparah oleh kondisi geopolitik global yang mendorong dan mendorong aksi jual sebagai langkah defensif. Meski demikian, minat institusional tetap menjadi penentu arah jangka panjang, meskipun saat ini cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi. Kombinasi faktor-faktor tersebut menciptakan volatilitas tinggi dan menekan pasar kripto secara keseluruhan.
