ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Kamis (30/4/2026), berada di kisaran USD 76.015 per koin atau sekitar Rp 1,31 miliar. Angka ini menunjukkan pelemahan yang cukup konsisten.
Dalam beberapa periode terakhir, di mana dalam 24 jam terakhir Bitcoin mengalami koreksi tipis sebesar 0,45%. Sementara dalam sepekan terakhir penurunannya mencapai 3,59%.
Pelemahan ini mencerminkan suasana pasar kripto yang masih diliputi kehati-hatian (risk-off sentiment), seiring dengan ketidakpastian kondisi ekonomi global yang masih terus berlangsung. Investor tampaknya tengah menunggu kepastian lebih lanjut terkait arah kebijakan suku bunga dari The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat, yang hingga saat ini masih memberi sinyal hawkish dalam upaya menekan inflasi.
Baca Juga: Harga Tak Kunjung Meroket, Bitcoin Mulai Lelah?
Kebijakan suku bunga tinggi cenderung mengurangi minat terhadap aset berisiko seperti kripto, karena investor lebih memilih instrumen yang memberikan imbal hasil pasti seperti obligasi pemerintah. Kondisi makroekonomi yang masih fluktuatif, termasuk tensi geopolitik, tekanan inflasi, dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara maju, turut berkontribusi pada sentimen negatif yang membebani pergerakan Bitcoin.
Meskipun demikian, level USD 76.000 masih dianggap sebagai zona support yang cukup kuat bagi para pedagang dan investor jangka panjang, yang tetap optimistis terhadap prospek pemulihan pasar kripto pasca kepastian kebijakan moneter global.
Namun, untuk saat ini, pergerakan harga Bitcoin masih didominasi koreksi jangka pendek, mencerminkan sikap wait-and-see pelaku pasar yang menanti kabar positif dari arah suku bunga The Fed pada pertemuan-pertemuan selanjutnya.
