ASIAWORLDVIEW – Indonesia memiliki kebanggaan yang besar terhadap jamu, warisan budaya sekaligus tradisi kesehatan yang telah turun-temurun sejak ratusan tahun lalu. Jamu bukan sekadar minuman herbal, melainkan simbol kearifan lokal yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam.
“Jamu, sebagai warisan budaya yang menjadi bagian dari kekayaan intelektual nasional, memiliki potensi untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global,” sebut Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.
Terbuat dari bahan alami seperti akar, daun, bunga, dan rempah-rempah, jamu dipercaya mampu menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu pemulihan dari berbagai keluhan ringan. Lebih dari itu, jamu juga memiliki nilai filosofis yang mendalam: ia mengajarkan pentingnya keseimbangan hidup, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap alam sebagai sumber kehidupan.
Baca Juga: Warisan Leluhur, Jamu Kini Jadi Pilar Kesehatan Modern
“Jamu harus terus berkembang dengan memperkuat merek, kekayaan intelektual, dan hak kekayaan intelektualnya, sehingga memiliki nilai tambah dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi seluruh ekosistemnya,” ia menambahkan.
Pergeseran ke arah tren gaya hidup sehat ini membuka peluang signifikan bagi produk berbasis obat herbal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia menyatakan bahwa jamu tidak lagi dipandang semata-mata sebagai minuman herbal tradisional, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup modern dan hadir di berbagai ruang ekonomi kreatif, mulai dari kafe, hotel, dan pusat perbelanjaan hingga destinasi wisata berbasis kesehatan.
Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk muncul sebagai pusat industri kesehatan global. Apalagi didukung oleh keanekaragaman hayati rempah-rempah yang luas, tradisi pengobatan herbal yang telah lama ada, serta budaya praktik kesehatan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Pemerintah Indonesia bahkan mendorong jamu sebagai bagian dari warisan budaya tak benda yang diakui dunia, serta mengintegrasikannya ke dalam sistem kesehatan modern melalui penelitian ilmiah dan sertifikasi. Kehadiran jamu di pasar internasional juga semakin memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang kaya akan tradisi herbal dan pengobatan alami.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kesehatan global. Kita memiliki tradisi jamu yang kuat, rempah-rempah yang melimpah, serta budaya kesehatan dan kesejahteraan yang kaya,” jelasnya.
Di banyak daerah, jamu masih diracik secara tradisional oleh para peracik jamu yang mempertahankan resep turun-temurun, sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya lokal.
“Tantangannya adalah bagaimana mengemas potensi ini secara profesional melalui kolaborasi antara pelaku bisnis, akademisi, organisasi media, asosiasi, dan lembaga keuangan sehingga kita dapat bersaing secara efektif di pasar global,” pungkasnya.
