ASIAWORLDVIEW – Geopark Rinjani, Lombok kembali berhasil mempertahankan Kartu Hijau dari UNESCO, sebuah pengakuan internasional patut diacungi jempol. Gunung yang berada di Nusa Tenggara Barat ini berhasil mempertahankan standar tertinggi sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) pasca proses revalidasi berkala.
“Kartu hijau kedua itu adalah pengakuan dunia atas kerja keras kolektif seluruh pemangku kepentingan di Nusa Tenggara Barat,” ujar General Manager Geopark Rinjani, Qwadru Putro Wicaksono, Selasa (28/4/2026).
Status ini bukan sekadar simbol keindahan alam, melainkan sebuah mandat yang diberikan UNESCO. Artinya, kawasan Rinjani dinilai mampu secara konsisten memenuhi kriteria ketat UNESCO untuk konservasi warisan geologi, pendidikan kebumian, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Baca Juga: Turis Brasil Tewas di Rinjani, Menteri Widiyanti: SOP Wisata Ekstrem Harus Dipatuhi
Status ini menegaskan bahwa geopark tersebut mampu menjaga keseimbangan antara konservasi alam, pemberdayaan masyarakat lokal, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Gunung Rinjani dianggap layak menyandang status ini sangatlah lengkap, mulai dari nilai geologi yang luar biasa dengan bentang alam yang dramatis dari hutan hujan tropis. Bahkan lanskap vulkanik Gunung Rinjani yang menjulang setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut.
Gunung Rinjani memiliki eberagaman hayati yang kaya dengan berbagai flora dan fauna endemik, hingga nilai budaya yang mendalam dari masyarakat adat Sasak dan Bali yang telah lama memanfaatkan kawasan ini, terutama danau keramat Segara Anak, sebagai pusat berbagai ritual dan upacara adat.
Status “Green Card” ini berlaku selama empat tahun dan merupakan hasil penilaian menyeluruh oleh Dewan UNESCO Global Geopark yang baru saja diputuskan dalam sesi di Chile pada bulan September 2025
Pencapaian ini juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam melestarikan warisan geologi, ekosistem, dan budaya Lombok, sekaligus memperkuat posisi Rinjani-Lombok sebagai destinasi wisata kelas dunia yang tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
