ASIAWORLDVIEW – Ancaman siber terus mengintai Indonesia seiring dengan pesatnya transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari perbankan, e-commerce, hingga layanan publik. Serangan seperti malware, phishing, dan ransomware berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi serta merugikan masyarakat maupun perusahaan.
Managing Director APAC Kaspersky, Adrian Hia, menekankan strategi bisnis perusahaan di Indonesia dengan fokus pada penguatan ekosistem keamanan siber yang mendukung kebutuhan lokal sekaligus terintegrasi dengan standar global. Ia melihat Indonesia sebagai pasar strategis yang terus berkembang, terutama dengan meningkatnya digitalisasi di berbagai sektor, mulai dari perbankan, e-commerce, hingga layanan publik.
“Ekosistem keamanan siber yang mendukung kebutuhan lokal sekaligus terintegrasi dengan standar global berarti sistem perlindungan digital dirancang agar relevan dengan kondisi dan tantangan unik di Indonesia, namun tetap sesuai dengan praktik terbaik internasional,” ia mengatakan dalam paparannya di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Ancaman Hacker di Era AI dan Kuantum, Pedang Bermata Dua bagi Keamanan Siber
Kaspersky hadir dengan solusi keamanan siber yang komprehensif untuk melindungi data, sistem, dan transaksi digital. Melalui teknologi mutakhir, kerja sama dengan mitra lokal, serta edukasi mengenai pentingnya perlindungan digital, Kaspersky berupaya memperkuat ketahanan siber Indonesia.
Strategi yang dibawa mencakup investasi pada solusi keamanan berbasis teknologi terbaru, peningkatan kerja sama dengan mitra lokal, serta edukasi pasar mengenai pentingnya perlindungan data dan keamanan digital.
Kaspersky meningkatkan kepercayaan mitra internasional, memperluas peluang bisnis lintas negara, serta memastikan perlindungan data dan transaksi tetap konsisten di berbagai wilayah. Model ekosistem ini pada akhirnya memperkuat ketahanan siber nasional sekaligus mendukung partisipasi aktif Indonesia dalam ekonomi digital global.
“Kaspersky berupaya tidak hanya memperluas pangsa pasar, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan siber nasional di tengah pesatnya transformasi digital,” ia menambahkan.
