ASIAWORLDVIEW – Ancaman hacker di era Artificial Technology atau AI dan kuantum semakin kompleks karena kedua teknologi ini berperan sebagai “pedang bermata dua.” AI dapat digunakan untuk memperkuat sistem keamanan dengan deteksi ancaman yang lebih cepat dan akurat. Namun, di sisi lain, AI juga memberi kemampuan bagi peretas untuk menciptakan serangan yang lebih canggih, seperti phishing yang sulit dikenali karena terus belajar dan beradaptasi.
“Teknologi security vs hacker seperti perlombaan yang tidak pernah selesai. Perkembangan AI dan quantum computing seperti pedang bermata dua, di satu sisi AI dapat membantu para analis tapi di sisi lain AI dapat dimanfaatkan hacker melakukan serangan yang lebih presisi dan pintar,” sebut Vice President of Product Support Primacom, Andy Liminata.
Sementara itu, komputasi kuantum membawa potensi besar untuk memecahkan algoritma enkripsi tradisional dalam waktu singkat, sehingga sistem keamanan yang selama ini dianggap kuat bisa menjadi rentan.
“Demikian pula dengan quantum computing yang dapat memperkuat security tapi juga dapat digunakan hacker memecahkan kunci kriptografi,” ia menambahkan aat menjawab pertanyaan Asiaworldview.
Baca Juga: Hacker Korea Utara Tertangkap Basah Targetkan Pengembang Web3 dan Kripto
Ia menjelaskan kondisi ini membuat lanskap keamanan siber berubah drastic, serangan tidak lagi bersifat manual, melainkan otomatis dan adaptif. Primacom mengembangkan strategi baru, termasuk memperkuat tata kelola penggunaan AI, berinvestasi dalam enkripsi kuantum, serta membangun sistem keamanan berlapis yang mampu menghadapi ancaman generasi berikutnya.
Di antara kedua ancaman tersebut, AI lebih cepat dan luas proliferasinya karena tools-nya sudah banyak tersedia. Sedangkan quantum computing masih terbatas karena sedikit institusi yang memiliki perangkat quantum computing.
Primacom memperkuat sistem keamanan berbasis AI untuk mendeteksi pola serangan secara real-time dan mengantisipasi ancaman sebelum menimbulkan kerugian. Selain itu, mengadopsi enkripsi generasi baru yang tahan terhadap komputasi kuantum, sehingga data sensitif tetap terlindungi meskipun algoritma lama mulai rentan.
Salah satu cara untuk memperkuat sistem keamanan berbasis AI untuk mendeteksi pola serangan secara real-time dan mengantisipasi ancaman sebelum menimbulkan kerugian. Selain itu, mengadopsi enkripsi generasi baru yang tahan terhadap komputasi kuantum, sehingga data sensitif tetap terlindungi meskipun algoritma lama mulai rentan.
