ASIAWORLDVIEW – Indonesia saat ini mulai memasuki musim panas atau kemarau 2026, dengan suhu rata-rata berkisar antara 25 hingga 29°C. BMKG dan Pusat Meteorologi ASEAN memprediksi periode Maret–Mei akan lebih panas dari biasanya. Peluang 80–100% suhu berada di atas normal.
Memasuki musim panas, risiko kesehatan seperti dehidrasi, heatstroke, dan penyakit kulit meningkat secara signifikan. Suhu yang lebih tinggi membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan, sehingga orang lebih rentan mengalami dehidrasi jika tidak cukup minum air.
Paparan panas berlebihan juga dapat memicu heatstroke, kondisi serius ketika tubuh gagal mengatur suhu internal, ditandai dengan pusing, mual, hingga kehilangan kesadaran. Selain itu, penyakit kulit seperti ruam panas atau iritasi lebih mudah muncul akibat keringat berlebih dan paparan sinar matahari langsung.
Untuk mencegah kondisi tersebut, jaga agar tubuh tetap terhidrasi, mengutip Health, Kamis (26/3/2026). Minumlah sejak dini, sering-seringlah minum, dan minum lagi. Keringat memainkan peran penting dalam menjaga tubuh tetap sejuk saat cuaca panas. Kunci agar sistem pendingin alami tubuh ini tetap berfungsi dengan baik adalah dengan mengonsumsi cairan yang cukup.
Baca Juga: Paparan Sinar UV Picu Penuaan Dini dan Risiko Kanker Kulit
Kenakan pakaian longgar dari bahan alami yang ringan, termasuk bahan katun yang mudah menyerap keringat. Pakaian longgar memungkinkan keringat menguap, dan bahan alami yang bernapas akan “menyalurkan” kelembapan menjauh dari ketiak Anda.
Gunakan antiperspirant dua kali sehari. Penggunaan antiperspirant pada ketiak (atau area lain!) dua kali sehari (pagi dan sebelum tidur) terbukti lebih efektif dalam mengendalikan keringat berlebih. Pertimbangkan menggunakan antiperspirant over-the-counter dengan kekuatan klinis yang lebih kuat. Pastikan kulit benar-benar kering sebelum mengaplikasikan produk untuk mengurangi risiko iritasi kulit.
Hindari berolahraga di tengah hari. Saat matahari berada di puncaknya, tubuh cenderung lebih banyak berkeringat, jadi manfaatkan hari-hari musim panas yang panjang dan rencanakan olahraga di pagi hari atau sore hari.
Hindari makanan pedas dan minuman berkafein sangat dianjurkan. Makanan pedas dapat memicu peningkatan suhu tubuh dan produksi keringat berlebih, sehingga membuat tubuh terasa lebih panas. Sementara itu, minuman berkafein seperti kopi atau teh dapat bersifat diuretik, yang mempercepat pengeluaran cairan tubuh dan meningkatkan risiko dehidrasi.
