ASIAWORLDVIEW – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit yang dapat menyebar dengan cepat di antara hewan ternak, termasuk sapi perah. Ini berdampak signifikan terhadap industri pengolahan susu. Pemberian vaksinasi merupakan langkah krusial untuk menjaga kesehatan ternak, termasuk produktivitas sapi perah, dan pada akhirnya, turut memastikan keamanan produk susu bagi konsumen.
Head of Sustainable Agri PT Nestlé Indonesia Syahrudi menyampaikan, “Nestlé Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung peternak sapi perah rakyat dengan langkah-langkah strategis yang dapat membantu mencegah dan mengendalikan PMK.”
Nestlé Indonesia terus menjalin kerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat, memastikan para peternak mendapatkan edukasi mengenai gejala, pencegahan, dan penanganan PMK. Program pendampingan juga dilakukan secara intensif untuk membekali peternak dengan pengetahuan tentang identifikasi dini penyakit dan langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Baca Juga: Alasan Daging Wagyu dan Ikan Salmon Ikut Terkena Pajak 12%
“Kami secara aktif berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan peternak mendapatkan akses terhadap vaksinasi yang lebih terjangkau serta pendampingan yang berkelanjutan. Dengan cakupan vaksinasi yang lebih luas, kami berharap dapat membantu menjaga kesehatan hewan ternak dan mendukung keberlanjutan industri susu segar di Indonesia,” ia menambahkan.
Selain itu, Nestlé Indonesia menyediakan saluran komunikasi khusus bagi para peternak untuk berkonsultasi dengan para ahli, maupun penyebaran informasi terkini mengenai pengelolaan kesehatan ternak. Dengan ekosistem yang mendukung, peternak dapat mengatasi tantangan yang ada dan meningkatkan ketahanan usaha mereka.
“Terima kasih saya sampaikan kepada Nestlé Indonesia yang telah membantu, baik melalui edukasi untuk memberikan vaksin secara teratur, maupun subsidi vaksin tersebut. Bantuan ini tentunya sangat bermanfaat bagi kami, di mana saya dapat menjaga kesehatan ternak saya, sehingga tetap dapat berproduksi dan mutu susu segar yang dihasilkan dapat tetap terjaga,” ujarnya.
