ASIAWORLDVIEW – Periode Ramadan juga identik dengan meningkatnya permintaan daging sapi dan komoditas pangan lainnya. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), impor daging sapi Indonesia mencapai puluhan juta dolar Amerika pada bulan lalu. Indonesia mengimpor daging sapi senilai USD61,2 juta atau Rp992 miliar di bulan Januari, seiring dengan semakin dekatnya bulan puasa Ramadan.
“Kami mengimpor sekitar 18.220 ton daging sapi pada bulan Januari. Ini setara dengan nilai $61,2 juta,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti, pelaksana tugas kepala BPS, dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin.
Dari sisi volume, Indonesia mengimpor 27.250 ton daging sapi pada bulan Desember 2024, yang menandai penurunan dari bulan ke bulan. Dari sisi nilai, impor daging sapi juga turun sekitar 39,6% dibandingkan dengan USD101,4 juta atau Rp1,6 triliun yang tercatat di bulan Desember.
Baca Juga: Alasan Daging Wagyu dan Ikan Salmon Ikut Terkena Pajak 12%
Data BPS menunjukkan bahwa Indonesia telah membeli sekitar 73,5 persen daging sapi impornya dari India bulan lalu. Negara tetangga dekatnya, Australia, memasok 15,7% daging sapi impor.
Indonesia juga membeli 1.630 ton daging sapi Brasil di bulan yang sama, sehingga mewakili hampir 9% dari total impor daging sapi pada periode tersebut. Keseluruhan impor tersebut juga sebagian besar berupa daging beku tanpa tulang.
