KTT BRICS Soroti Penggunaan QRIS di Negara Sahabat Indonesia

Transaksi pembayaran QRIS.

ASIAWORLDVIEW – Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (Celios) menyoroti peran strategis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai fondasi kuat bagi Indonesia dalam pengembangan sistem pembayaran lintas batas di forum BRICS. Celios menyatakan bahwa keberhasilan implementasi QRIS di kawasan ASEAN (Singapura, Malaysia, Thailand) menunjukkan kesiapan Indonesia untuk terlibat aktif dalam sistem pembayaran lintas batas berbasis teknologi.

Dalam Deklarasi Para Pemimpin yang diadopsi pada KTT BRICS ke-17 di Brasil, kepala negara BRICS menginstruksikan menteri keuangan dan gubernur bank sentral untuk melanjutkan diskusi tentang Inisiatif Pembayaran Lintas Batas BRICS.

“Indonesia memiliki fondasi yang kuat.” Bank Indonesia secara aktif terlibat dalam diskusi, dan teknologi QRIS sudah terhubung dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand,” jelas Direktur Meja China-Indonesia Celios, Muhammad Zulfikar Rakhmat, Rabu (9/7/2025).

Baca Juga: Gabung dengan BRICS, Indonesia Diganjar Trump Tariff 32 Persen

Ia menyatakan bahwa para pemimpin BRICS telah menyerukan pembicaraan berkelanjutan tentang pembayaran lintas batas. QRIS memungkinkan transaksi lintas negara yang cepat, murah, efisien, dan menggunakan mata uang lokal, sejalan dengan visi BRICS untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Oleh karena itu, Indonesia, melalui bank sentralnya, Bank Indonesia, memiliki kesempatan untuk membantu membangun sistem pembayaran yang cepat, terjangkau, efisien, dan berbasis mata uang lokal.

Mengingat keberhasilan implementasi QRIS, katanya, Indonesia dapat memimpin proyek percontohan untuk interoperabilitas, fase uji awal untuk memastikan berbagai sistem dan teknologi dapat terhubung dan bekerja sama dengan lancar.

Sistem pembayaran berbasis QRIS saat ini digunakan di Thailand, Malaysia, dan Singapura. Indonesia juga sedang mengejar implementasinya di Jepang, Korea Selatan, China, dan Arab Saudi.

“Indonesia siap menjadi model untuk integrasi berbasis kode QR dan berpartisipasi dalam skema percontohan dan interoperabilitas BRICS DCMS (Sistem Pesan Lintas Batas Terdesentralisasi),” tambahnya.