Lebaran Topat 2026, Tradisi Syukur Masyarakat Sasak di Lombok

Lombok International Airport

ASIAWORLDVIEW – Lebaran Topat 2026 di Lombok akan digelar pada Sabtu, 28 Maret 2026 (8 Syawal 1447 H), enam hari setelah Idul Fitri. Tradisi khas masyarakat Sasak ini dipusatkan di Taman Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro, Mataram, NTB.

Kedua lokasi tersebut menjadi titik utama berkumpulnya ribuan warga yang membawa ketupat beserta lauk khas Lombok untuk dinikmati bersama keluarga dan masyarakat. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang syukur setelah Idul Fitri dan puasa sunah enam hari di bulan Syawal.

Mengutip jurnal pendidikan yang dikeluarkan Universitas Brawijaya, ketupat menjadi simbol penting yang melambangkan pengakuan kesalahan, permohonan maaf, serta kebersamaan dalam keluarga dan masyarakat.

Baca Juga: POCARI SWEAT Run ke-13 Resmi Digelar di Lombok dan Bandung, Dorong Sport Tourism Nasional

Kemudian dilanjutkan doa bersama, lalu ditutup dengan makan ketupat beserta lauk khas Lombok. Tradisi ini bukan hanya memperkuat nilai religius, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Jaje khas Lombok
Jaje khas Lombok

Makanan khas yang selalu hadir adalah ketupat dan bulayak. Ketupat menjadi hidangan pokok yang wajib ada, sementara bulayak merupakan variasi ketupat khas Lombok yang dibungkus dengan daun aren berbentuk spiral, memberi cita rasa dan tampilan unik.

Hidangan ini biasanya disajikan bersama ayam taliwang, yaitu ayam bakar pedas khas Lombok yang menjadi lauk utama pendamping ketupat. Untuk melengkapi sajian, hadir pula plecing kangkung, sayuran kangkung segar yang disiram sambal tomat pedas, memberikan rasa segar sekaligus khas.

Berbagai jajanan tradisional khas selalu hadir sebagai pelengkap kebersamaan. Jaje Bawang menjadi salah satu camilan populer, berupa kue goreng renyah berbentuk memanjang yang sering disajikan untuk keluarga dan tamu.

Selain itu, ada Jaje Tujak dan Jaje Srikaya, kue manis tradisional yang menambah variasi rasa di meja hidangan. Tak ketinggalan, kue kering khas Lombok juga disajikan sebagai suguhan bagi tamu saat Lebaran Topat. Kehadiran jajanan ini tidak hanya memperkaya cita rasa kuliner, tetapi juga memperkuat nuansa kekeluargaan dan identitas budaya masyarakat Sasak dalam merayakan tradisi turun-temurun tersebut.